Rekonstruki kematian Brigadir Esco di Lombok Barat. Foto: kumparan
Keluarga Brigadir Esco Faska Rely, anggota Intel Polsek Sekotong yang ditemukan tewas di tangan istri Brigadir Riska, ikut rekonstruksi kasus oleh kepolisian. Rombongan naik 17 truk ke Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kabupaten Lombok Barat.
Mereka berasal dari Desa Bonjeruk, Lombok Tengah, tempat asal almarhum Brigadir Esco.
"Ada sejumlah 17 Truk dan beberapa motor yang digunakan warga Lombok Tengah untuk hadir kesini," ujar kakek Esco, Acim, saat ditemui di lokasi, Senin (29/9).
Anggota intel Polsek Sekotong, Polres Lombok Barat Brigadir Esco Faska Rely tewas di Lombok. Foto: Dok. Istimewa
Ia juga mengatakan, kehadiran keluarga ingin memastikan proses hukum terkait kematian
"Saya ingin kasus ini segera terungkap terang benderang," ungkapnya.
Suasana memanas ketika Brigadir Riska tiba di lokasi dengan mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye.
Kedatangannya disambut teriakan warga yang meluapkan emosi serta kekecewaan mereka atas peristiwa yang menimpa Esco.
Rekonstruksi dimulai sekitar pukul 10.15 Wita, dengan memperagakan adegan demi adegan yang sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP). Termasuk saat proses penganiayaan oleh Riska.
Rekonstruksi dimulai dari tempat tinggal Esco dan Riska hingga menuju bukit tempat jasad Brigadir Esco ditemukan.
Hingga berita ini dirilis, proses rekonstruksi masih berlangsung.
Rekonstruki kematian Brigadir Esco di Lombok Barat. Foto: kumparan
Sebelumnya, Brigadir Esco ditemukan tewas mengenaskan di kebun belakang rumahnya di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, pada 24 Agustus lalu. Jenazah pertama kali ditemukan oleh Amaq Siun, dalam kondisi sudah membusuk dengan leher terikat tali di bawah pohon.
Awalnya, kematian Esco diduga akibat gantung diri. Namun hasil autopsi mengungkap adanya tanda-tanda penganiayaan.
"Ada dugaan kekerasan di sana, penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Ada dugaan itu," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat pada (29/8/2025) lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar