Presiden Indonesia Prabowo Subianto berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80 di Markas Besar PBB di New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Mike Segar/REUTERS
Kementerian Luar Negeri RI merespons soal munculnya Presiden Prabowo Subianto dalam baliho kampanye mengakhiri perang di Gaza.
Dalam baliho yang terpasang di Tel Aviv itu memperlihatkan Presiden AS Donald Trump, PM Israel Netanyahu, hingga Presiden Indonesia, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Terkait hal ini, Kemlu menyatakan posisi Indonesia yang tidak akan mengakui dan menormalisasi hubungan dengan Israel, kecuali Israel mau mengakui kemerdekaan Palestina.
"Posisi Indonesia sangat clear bahwa tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya, kecuali Israel terlebih dahulu mau mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat," demikian siaran pers dari Kementerian Luar Negeri RI, dikutip Selasa (30/9).
"Hal itu seperti yang pernah ditegaskan Menlu RI bahwa visi apa pun terkait Israel harus dimulai dari pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar