Igor Mikhaylov, tatoer yang lihai berkarya di tangan kliennya walau dalam kondisi tunanetra. Ia terlihat lincah menato dengan teknik tusuk-tusuk di studio Vovy Arbat Avenue, Moskow, Rusia, Jumat (12/9). Foto: Evgenia Novozhenina/REUTERSPria berusia 38 tahun tersebut mengalami kebutaan akibat penyakit genetik sejak berusia delapan tahun. Foto: Evgenia Novozhenina/REUTERSUntungnya, ia masih mengingat dunia sekitarnya dan bisa melihat gradasi cahaya serta kontur objek. Foto: Evgenia Novozhenina/REUTERSIa memanfaatkan pengetahuannya untuk berimajinasi sambil menggoreskan gambar dengan stensilnya. Foto: Evgenia Novozhenina/REUTERSsalah seorang pelanggan Mikhaylov memilih kata "love" untuk diukir di atas kulitnya. Foto: Evgenia Novozhenina/REUTERSMikhaylov pun segera menerjemahkannya ke dalam huruf Braille, kemudian menato dengan satu jarum yang dicelupkan ke tinta. Foto: Evgenia Novozhenina/REUTERS
Igor Mikhaylov, seniman tato yang lihai berkarya di tangan kliennya walau dalam kondisi tunanetra. Ia terlihat lincah menato dengan teknik tusuk-tusuk di studio Vovy Arbat Avenue, Moskow, Rusia, Jumat (12/9).
Pria berusia 38 tahun tersebut mengalami kebutaan akibat penyakit genetik sejak berusia delapan tahun.
Untungnya, ia masih mengingat dunia sekitarnya dan bisa melihat gradasi cahaya serta kontur objek.
Ia memanfaatkan pengetahuannya untuk berimajinasi sambil menggoreskan gambar dengan stensilnya.
Salah seorang pelanggan Mikhaylov memilih tato dengan kata "love" untuk diukir di atas kulitnya.
Mikhaylov pun segera menerjemahkannya ke dalam huruf Braille, kemudian menato dengan satu jarum yang dicelupkan ke tinta.
Di sela pekerjaannya, ia sering mengikuti pentas musik dan menyabet kejuaraan permainan tenis meja se-Rusia.
Igor Mikhaylov, seniman tato tunanetra berusia 38 tahun, sedang mempersiapkan jarum untuk bekerja di sebuah studio tato di Moskow, Rusia di sebuah studio tato di Moskow, Rusia, Minggu (31/8/2025). Foto: Evgenia Novozhenina/REUTERS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar