Search This Blog

Bapanas Wanti-wanti Stok dan Harga Beras Jelang Akhir Tahun

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Bapanas Wanti-wanti Stok dan Harga Beras Jelang Akhir Tahun
Sep 21st 2025, 10:47 by kumparanBISNIS

Salah satu lapak dagangan beras di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Salah satu lapak dagangan beras di Pasar Palmerah, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mewanti-wanti ketersediaan dan harga beras jelang akhir tahun 2025. Menurut Arief, produksi beras di Indonesia kerap lebih rendah dari konsumsi pada November hingga Januari tahun depan.

Meskipun Arief tidak membeberkan data perbandingan antara produksi dan konsumsi pada tiga bulan tersebut, namun dia menekankan pentingnya mengelola stok pangan utamanya beras yang ada saat ini.

"Kita semua perlu melihat pentingnya pengelolaan stok pangan dan memperhatikan tren produksi. Cadangan pangan pemerintah itu ibarat rem dan gas, harus kita kelola dengan benar, agar masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Sementara petani juga terlindungi harga gabahnya," kata Arief dalam keterangannya, Minggu (21/9).

Arief menyampaikan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras nasional sepanjang Januari-Oktober 2025 diperkirakan mencapai 31,04 juta ton. Angka ini naik sekitar 3,37 juta ton atau 12,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi beras pada periode yang sama tercatat 25,83 juta ton. Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 5,2 juta ton, atau meningkat 3,32 juta ton dibandingkan surplus pada Januari–Oktober tahun lalu.

"Kita juga tidak boleh lengah, sebab memasuki November 2025 hingga Januari 2026, produksi beras biasanya mengalami penurunan. Sementara rata-rata konsumsi bulanan mencapai 2,5 juta ton. Di titik inilah kita harus hati-hati menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasar," kata Arief.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (4/9/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (4/9/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Selain stok, Arief juga mewanti-wanti soal harga beras. Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas pada Minggu (21/9) pukul 10.04 WIB harga beras medium di Zona 1 terpantau lebih tinggi 12,75 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14.900 per kg, yaitu Rp 15.310 per kg.

Meskipun harga beras medium di Zona 1 terpantau di bawah HET Rp 13.500 per kg, yaitu Rp 13.375 per kg. Menurut Arief pada situasi ini, pemerintah bisa menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen yaitu dengan meningkatkan koordinasi baik pemerintah pusat, daerah, Bulog, hingga pelaku usaha.

"Kunci utamanya adalah memantau data dengan cermat, memastikan distribusi berjalan lancar, dan bila diperlukan melakukan langkah intervensi, baik lewat operasi pasar maupun penyerapan hasil petani. Dengan begitu, kita bisa menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen," tutur Arief.

Dari sisi inflasi komponen harga bergejolak atau volatile food (inflasi pangan), pada Januari 2025 dibuka dengan tingkat inflasi pangan secara tahunan yang cukup tinggi di 3,07 persen. Kemudian pada Juli dan Agustus 2025 ini, masing-masing berada di 3,82 persen dan 4,47 persen.

Media files:
01k471rt2r8deeark58vxxzp4q.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar