'BERANDA: Berkata Lewat Nada' hadirkan Manjakani dan Syndrama di Ponti Lite Fest 2025 pada Sabtu malam, 20 September 2025. Foto: Dok. Hi!Pontianak
HiPontianak - Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bersama Kolaborasi Literasi Bersama Komunitas (KOLAK) menghadirkan program 'Berkata Lewat Nada' (BERANDA) dalam rangkaian kegiatan Ponti Lite Fest 2025: Pesta Kata Bumi Khatulistiwa. Acara tersebut sukses digelar di Pontianak Convention Centre (PCC) pada Sabtu, 20 September 2025.
Manjakani, Syndrama, dan para pengunjung foto bersama usai kegiatan. Foto: Dok. Hi!Pontianak
BERANDA sendiri dirancang untuk memperkenalkan literasi dengan cara yang lebih dekat dan relevan bagi generasi muda. Program ini memadukan musik, sastra, dan diskusi sebagai medium literasi.
Dua musisi Kalbar ternama, yaitu Syndrama dan Manjakani, digandeng Disperpusip Kota Pontianak untuk tampil di Ponti Lite Fest 2025 dengan membawakan sejumlah lagu, di antaranya ada 'Nyali', 'Bermuara', 'Berlabuh', dan 'Berlayar'.
Salah satu vokalis Syndrama, Galih, mengungkapkan perjalanan band Syndrama yang berdiri sejak akhir tahun 2022 kepada publik pada kesempatan tersebut.
"Syndrama terbentuk pada akhir 2022 yang beranggotakan aku (Galih), Ajir (Gitar & Vokal), Fathan (Drum), Kacank (Bass), dan Ridla (Key & Sequencer). Semua berawal dari keresahan atas pengalaman bermusik di masa lalu. Kami menemukan jawaban melalui karya dan panggung. Karena hanya dengan musik, jiwa dan pikiran kami terasa jujur dan apa adanya," kata Galih.
Pengunjung tampak ramai hadir memenuhi kursi untuk menyaksikan program BERANDA. Foto: Dok. Hi!Pontianak
Lebih lanjut, Galih juga menjelaskan makna dari nama band yang dinaunginya.
"Nama Syndrama, singkatan dari Syndrom Drama, dipilih sebagai simbol fenomena sosial di mana hal-hal sepele, terutama urusan percintaan dan pribadi, sering dilebih-lebihkan layaknya sebuah drama," tambahnya.
Sementara itu, Taufan, vokalis Manjakani, turut menceritakan kisah awal terbentuknya duo akustik tersebut sejak tahun 2015.
"Manjakani lahir dari pertemuan aku dengan Nabilla saat kuliah. Karena sama-sama suka musik, tepatnya pada Juni 2015, kami memutuskan menciptakan lagu sendiri dan menyembahkannya kepada penikmat musik di kota Pontianak," jelas Taufan.
Taufan pun menambahkan keunikan dari Manjakani, "Manjakani memiliki khasiat untuk merapatkan telinga pendengar yang mendengar lagu-lagu dari Manjakani."
Melalui BERANDA, Pemerintah Kota Pontianak berharap literasi dapat dihadirkan secara lebih segar dan kreatif sehingga generasi muda tidak hanya mencintai musik, tetapi juga memahami nilai-nilai literasi yang terkandung di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar