Search This Blog

Art & Bali 2025 Bergulir, Dukung Seniman Indonesia untuk Dikenal Secara Global

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Art & Bali 2025 Bergulir, Dukung Seniman Indonesia untuk Dikenal Secara Global
Sep 13th 2025, 08:47 by kumparanHITS

Labyrinth Convention Center di Nuanu Creative City, yang menjadi salah satu venue utama gelaran Art & Bali 2025. Foto: Dok. Nuanu Creative City
Labyrinth Convention Center di Nuanu Creative City, yang menjadi salah satu venue utama gelaran Art & Bali 2025. Foto: Dok. Nuanu Creative City

Pameran seni internasional "Art & Bali" telah dimulai Jumat, 12 September 2025. Gelaran yang diadakan di Nuanu Creative City, Bali, ini bakal berlangsung hingga Minggu, 14 September 2025.

Salah satu masalah yang melatarbelakangi diadakannya Art & Bali ini, menurut CEO Nuanu Creative City Lev Kroll, adalah kurangnya keterwakilan seniman Indonesia yang di kancah global.

Padahal, menurut Kroll, ada banyak komunitas seniman yang luar biasa di Indonesia. "Kami berpikir, bagaimana kami bisa membantu menyelesaikan masalah ini?" ujar Kroll dalam acara pembukaan Art & Bali 2025.

CEO Nuanu Creative City Lev Kroll di pembukaan Art & Bali 2025. Foto: kumparan/Gadi Makitan
CEO Nuanu Creative City Lev Kroll di pembukaan Art & Bali 2025. Foto: kumparan/Gadi Makitan

Kroll menjelaskan, Nuanu ingin berkontribusi dalam mewadahi pameran karya seni para seniman Indonesia dan juga mendatangkan sebanyak mungkin perhatian internasional.

"Sehingga Bali, khususnya Nuanu, bisa menjadi gerbang menuju keragaman kesenian Indonesia yang luar biasa," kata pria yang juga punya latar belakang di bidang teknologi informasi ini.

Di Art & Bali edisi pertama ini, sebanyak 70 persen peserta pameran adalah seniman Indonesia dan kebanyakan berbasis di Bali. Sisanya berasal dari lima negara, yakni Singapura, Korea, Jepang, dan Spanyol.

Ada lebih dari 150 seniman dan 17 galeri yang berpartisipasi di acara bertemakan "Bridging Dichotomies" ini.

Beragam Bentuk Kesenian

Direktur Art & Bali Kelsang Dolma ingin gelaran ini terasa tidak hanya sebagai pameran, tapi juga festival. Maka, ada beragam bentuk kesenian yang hadir di Art & Bali 2025 ini, mulai dari seni rupa, seni pertunjukan, hingga new media art.

Venue utama, Labyrinth Convention Center, menjadi pusat pameran seni rupa. Pengunjung bisa menikmati dan membeli berbagai macam karya yang dipamerkan galeri-galeri baik yang berbasis di Bali, Yogyakarta, maupun Singapura.

"Bali punya komunitas seniman terbesar kedua di Indonesia setelah Yogyakarta," ujar Kelsang Dolma. "Ada beragam kelompok, namun mereka tersebar." Art and Bali yang diadakan di Nuanu ini, menurut Kelsang, menjadi kesempatan komunitas yang tersebar itu berkumpul di dalam satu wadah untuk dikenal secara luas.

Patung The Earth Sentinels karya Daniel Popper, yang menjadi landmark di Nuanu Creative City. Foto: kumparan/Gadi Makitan
Patung The Earth Sentinels karya Daniel Popper, yang menjadi landmark di Nuanu Creative City. Foto: kumparan/Gadi Makitan

Masih berada di bawah satu atap dengan Labyrinth Convention Center, venue Labyrinth Gallery menjadi tempat pameran new media art yang diberi tajuk Terra Nexus. Di sini, sejumlah seniman bereksperimen dengan bentuk-bentuk seni yang baru dan interaktif.

Sedangkan seni pertunjukan akan berlangsung di venue yang berbeda tempat namun masih dalam area Nuanu, seperti Aurora Media Park.

Kinara-Kinari hingga Trokomod

Acara pembukaan Art & Bali 2025 ini dilengkapi dengan beberapa pertunjukan dan peluncuran.

Ada komunitas Bumi Bajra yang memainkan pertunjukan "Kinara-Kinari". Penampilan itu merupakan penutup dari konferensi pers dan pembukaan Art & Bali 2025.

Pertunjukan Kinara-Kinari oleh Bumi Bajra di pembukaan Art & Bali 2025, Nuanu Creative City, Bali (12/9). Foto: kumparan/Gadi Makitan
Pertunjukan Kinara-Kinari oleh Bumi Bajra di pembukaan Art & Bali 2025, Nuanu Creative City, Bali (12/9). Foto: kumparan/Gadi Makitan

Lalu ada pertunjukan tari dari Kita Poleng yang mengawali penyingkapan Trokomod, sebuah karya instalasi dari seniman Heri Dono setinggi 7,5 meter.

Rangkaian pembukaan Art & Bali 2025 juga diisi dengan peluncuran "Art Collector's Pass", sebuah program di mana Nuanu memberikan hadiah senilai US$ 2.000 berupa art credit kepada pemilik properti di Nuanu Real Estate. Art credit itu bisa digunakan untuk membeli karya seni yang dipamerkan di Nuanu.

Pemukulan gong yang menandai dibukanya Art & Bali 2025 di The Labyrinth Dome, Nuanu Creative City, Balil (12/9). Foto: kumparan/Gadi Makitan
Pemukulan gong yang menandai dibukanya Art & Bali 2025 di The Labyrinth Dome, Nuanu Creative City, Balil (12/9). Foto: kumparan/Gadi Makitan

Menurut CEO Nuanu Creative City Lev Kroll, "Art Collector's Pass" adalah usaha mengaitkan sisi pembangunan real estat di Nuanu dengan kesenian.

Terakhir, ada peluncuran Menara Tri Hita Karana (THK) fase kedua. Menara ini dirancang oleh Arthur Mamou-Mani bersama seniman Bali Chiko Wirahadi. Menara THK diklaim sebagai instalasi seni terbesar di Bali yang memanfaatkan kayu bekas.

Media files:
01k50bba6a5dtakn1d4ts1qre9.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar