Petugas menata emas Antam imitasi di gerai Gadai Emas dan Cicil Emas BSI di Pasar Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (6/7/2022). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam mengatakan saat ini perusahaan melakukan imporemas sekitar 30 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Hal ini karena permintaan emas terus meningkat, sementara produksi Antam tak cukup untuk memenuhi permintaan itu.
Direktur Utama Antam, Achmad Ardianto, menuturkan perseroan melakukan impor dari Singapura dan Australia.
Padahal menurut dia, total potensi produksi emas di Indonesia mencapai 90 ton per tahun, yang mayoritas berasal dari tambang emas swasta. Sayangnya, emas yang dihasilkan tambang swasta tersebut mayoritas dijual langsung ke perusahaan perhiasan atau diekspor.
"Mungkin 30-an ton (impor emas Antam)," ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (29/9).
Adapun emas yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan tersebut berasal perusahaan dan lembaga yang terafiliasi dengan London Bullion Market (LBMA).
"Dari semua perusahaan ataupun lembaga yang terafiliasi dengan LBMA. Jadi kita tidak asal mengimpor itu. Jadi selalu perusahaan-perusahaan terafiliasi. Ada tiga, bullion bank, refinery, maupun trader," jelas Achmad.
Direktur Utama PT Antam, Achmad Ardianto, usai konferensi pers RUPST tahun buku 2024, Kamis (12/6/2025). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Ia menjelaskan, langkah impor dilakukan karena kebutuhan masyarakat terhadap emas terus meningkat. Apalagi, Antam hanya memiliki satu tambang emas di Pongkor, Jawa Barat, yang produksinya hanya sebesar 1 ton per tahun.
"Jadi emas yang dihasilkan oleh Antam, ditambang oleh Antam, itu cuma 1 ton setahun. Sementara kebutuhan masyarakat, tahun lalu 37 ton, sekarang (2025) 43 ton," kata Achmad.
Selain impor, Achmad juga menjelaskan ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan emas tersebut. Beberapa cara tersebut adalah buyback emas dari masyarakat dan pembelian dari sumber lokal yang dimurnikan di smelter emas Antam.
Selain itu, Achmad juga menuturkan bahwa saat ini Antam sudah memiliki kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Kontrak yang ada sekitar 25 sampai 30 ton emas per tahun. Namun dengan adanya beberapa kejadian yang dialami PTFI, hal tersebut belum optimal.
"Jadi kalau saat ini produksinya Freeport, perkiraan di tahap awal ini, karena memang lagi proses commissioning dan juga ada beberapa kejadian, itu mungkin baru 25 ton, kita butuhnya mungkin kita bisa sampai 40-50 ton nantinya itu," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar