Tyler Robinson, penembak Charlie Kirk, influencer pendukung Trump. Foto: Utah Department of Public Safety/Handout via Reuters
Perburuan pelaku pembunuhan Charlie Kirk berakhir pada hari ketiga pencarian, Jumat (12/9). Polisi berhasil menangkap pelaku.
Kirk merupakan aktivis sayap kanan dan pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kerap memicu kontroversi atas pendapat konservatifnya. Ia tewas akibat tembakan sniper saat sedang debat di salah satu kampus di Utah pada Rabu (10/9).
Penangkapan pelaku penembakan tersebut disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump saat wawancara bersama Fox News.
"Saya rasa dengan tingkat kepastian yang tinggi, kami telah menahannya," kata Trump dilansir Reuters dari Fox News, Jumat (12/9).
Trump bilang pihak keluarga berperan dalam penangkapan tersebut. Ia berharap pelaku dihukum mati.
"Seseorang yang dekat dengan tersangka menyerahkannya. Tersangka ditahan di markas polisi. Saya harap dia dihukum mati," kata Trump.
Penembak Mati Charlie Kirk: Tyler Robinson
Foto gabungan menunjukkan orang yang dicurigai terlibat dalam penembakan fatal aktivis sayap kanan dan komentator AS Charlie Kirk dalam sebuah acara di Utah Valley University, di Orem, Utah, AS, yang ditampilkan dalam rekaman keamanan. Foto: Reuters
Identitas penambak mati Charlie Kirk diungkap Gubernur Utah, Spencer Cox. Pelaku bernama Tyler Robinson. Ia merupakan pemuda berusia 22 tahun.
Cox menuturkan, Robinson ditangkap pada Kamis (11/9) malam, setelah mendapat laporan dari salah satu keluarga pelaku.
"Kami menangkapnya. Pada malam 11 September," kata Cox dikutip dari Reuters, Jumat (12/9).
"Seorang anggota keluarga Tyler Robinson menghubungi seorang teman keluarga yang kemudian menghubungi kantor Sheriff Wilayah Washington dengan informasi bahwa Robinson telah mengaku kepada mereka atau menyiratkan bahwa ia telah melakukan insiden tersebut," tambah dia.
Cox menjelaskan, ada pesan dalam peluru yang digunakan Robinson untuk menghabisi Kirk.
"Saya serahkan pada Anda untuk menafsirkannya. Saya pikir yang paling jelas adalah yang bertuliskan 'tangkap fasis'... Saya pikir itu sudah menjelaskannya sendiri," ucap Cox.
Selain itu, ada selongsong peluru yang diukir dengan ejekan tentang menjadi gay dan lirik lagu rakyat Italia.
Senjata Ditemukan di Hutan
Warga menyalakan lilin selama acara peringatan di Orem City Center Park, setelah aktivis dan komentator sayap kanan AS, Charlie Kirk ditembak mati dalam sebuah acara di Utah Valley University, di Orem, Utah, AS, 11 September 2025. Foto: REUTERS/Jim Urquhart
Sebelum Robinson ditangkap, polisi lebih dulu menemukan senjata yang digunakan untuk menembak mati Kirk. Senjata itu dibuang pelaku di hutan tempatnya kabur.
"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa kami telah menemukan apa yang kami yakini sebagai senjata yang digunakan dalam penembakan kemarin. Itu adalah senapan bolt-action berkekuatan tinggi," kata Agen Khusus FBI Robert Bohls, pada Kamis (11/9), seperti dikutip dari Fox News.
"Senapan itu ditemukan di area hutan tempat penembak melarikan diri. Jadi, laboratorium FBI akan menganalisis senjata ini. Penyidik juga telah mengumpulkan jejak sepatu, jejak telapak tangan, dan jejak lengan bawah untuk dianalisis," sambung dia.
FBI Sempat Tawarkan Hadiah
Sulitnya penangkapan Robinson membuat FBI sempat menawarkan hadiah USD 100 ribu atau setara Rp 1,6 miliar, bagi siapa saja yang bisa memberi informasi perihal keberadaan pelaku penembak Charlie Kirk.
Selain itu foto maupun video pelaku juga disebar untuk mempersempit pelariannya.
Foto serta video diambil dari CCTV sekitar lokasi kejadian. Nampak seorang lelaki memakai pakaian hitam, kacamata hitam, dan topi baseball sebagai terduga pelaku penembak Kirk.
Di bagian baju lengan panjangnya terlihat gambar elang botak terbang di bendera AS.
Foto lainnya juga dirilis aparat keamanan Negara Bagian Utah. Terduga pelaku nampak menggendong backpack dan memakai sepatu Converse.
Mereka kemudian merilis video memperlihatkan seorang pria memanjat atap, yang dipakai untuk melepaskan tembakan ke arah Kirk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar