Wakil Ketua Komisi III Sahroni memimimpin RDPU terkait permasalahan tanah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
Ahmad Sahroni kini mendapat tugas baru dari Partai NasDem. NasDem memutuskan memindahkan Sahroni dari Komisi III ke Komisi I DPR.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Fraksi NasDem Nomor 758/DPR-RI/VIII/2025 yang dikeluarkan hari ini, Jumat (29/8). Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Hermawi Taslim membenarkan surat keputusan tersebut.
"Rotasi rutin," ujar Hermawi kepada wartawan.
Ahmad Sahroni saat audiensi bersama keluarga almarhum Dini di Jakarta, Senin (29/7/2024). Foto: Youtube/ TVR Parlemen
Di Komisi III DPR Sahroni menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III. Sedangkan, saat dipindah ke Komisi I, Sahroni sebagai anggota Komisi.
Sahroni belakangan memang tengah jadi sorotan terkait demo di DPR. Tapi, Hermawi membantah perpindahan ini karena faktor itu.
"Tidak ada pencopotan, hanya penyegaran. Rotasi biasa saja," kata Hermawi.
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni. Foto: Dok. Istimewa
Lalu, bagaimana sepak terjang Sahroni?
Ahmad Sahroni merupakan Bendahara Umum Partai NasDem. Dia sudah berkiprah di politik dan menjadi anggota DPR pada 2014.
Pada pemilu berikutnya, Sahroni lolos sebagai anggota DPR dan dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi III pada 2019-2024.
Pemilu ketiga, Sahroni juga kembali terpilih. Jabatan yang sama di Komisi III dipercayakan lagi NasDem kepada Sahroni di periode awal 2024-2029.
Namun, kali ini, Sahroni harus berpindah tugas. Caleg dari Dapil Jakarta III meliputi Jakarta Utara itu kini dimutasi ke Komisi I sebagai anggota.
Kisah hidup Sahroni juga sempat jadi sorotan. Dia pernah menjadi tukang semir sepatu dan ojek payung. Dia juga pernah bekerja di kapal pesiar dan sopir truk di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengisian bahan bakar minyak.
Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni (tengah) menjawab pertanyaan wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/9). Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Sahroni lalu dipercaya menjadi staf operasional di perusahaan itu. Dari situlah kariernya terus menanjak hingga menjadi direktur utama dan mengembangkan bisnis sendiri.
Pria yang kerap disapa crazy rich Tanjung Priok itu juga menuntaskan pendidikan formalnya. Dia lulus S-1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pelita Bangsa pada 2009, lalu S-2 di Stikom InterStudi pada 2020.
Terakhir, Sahroni mendapat gelar doktor ilmu hukum di Universitas Borobudur Jakarta pada tahun 2024.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar