Search This Blog

Melihat Isi Hp Dedi Mulyadi: Penuh Aduan Masyarakat Bahkan dari Jateng & Lampung

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Melihat Isi Hp Dedi Mulyadi: Penuh Aduan Masyarakat Bahkan dari Jateng & Lampung
Aug 2nd 2025, 14:31 by kumparanNEWS

Dedi Mulyadi di kantor kumparan, saat sebelum shooting Program Info A1 kumparan. Dok: M. Rizki/kumparan
Dedi Mulyadi di kantor kumparan, saat sebelum shooting Program Info A1 kumparan. Dok: M. Rizki/kumparan

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memiliki banyak pengikut di media sosial. Di TikTok, followers-nya 9 juta; YouTube 8 juta; Instagram 5 juta.

Bagaimana ia bisa dengan cepat mendapatkan isu-isu, dan memilihnya untuk direspons?

Ternyata, Dedi cukup membuka kolom komentar dan membacai satu per satu aduan warga yang masuk.

Dedi lalu menunjukkan kolom komentar salah satu postingannya, dan membacanya. "Saya ngambil kasus dari sini, pasti ada yang komen," katanya kepada kumparan seraya memperlihatkan hpnya.

Dedi Mulyadi memperlihatkan isi hpnya di kantor kumparan, saat sebelum shooting Program Info A1 kumparan. Dok: M. Rizki/kumparan
Dedi Mulyadi memperlihatkan isi hpnya di kantor kumparan, saat sebelum shooting Program Info A1 kumparan. Dok: M. Rizki/kumparan

Benar saja, kolom komentar tersebut dipenuhi aduan masyarakat. Banyak dari komentar tersebut yang menggunakan Bahasa Sunda. Berikut contohnya:

"Pak Dedi tolong tertibkan peminta-minta di Bekasi."
"Kami pengin ahli pertanian peternakan ke desa-desa untuk memberikan pelatihan."
"Pak sekolah saya kurang kelas, masak belajarnya di musala, lesehan, tidak ada bangkunya?"

Masalah yang diadukan beragam, termasuk soal urusan keluarga:

"Tolong bantu ibu saya, utangnya banyak."

Kendati komentar tersebut dikomentari lagi oleh netizen: Yang punya utang ibumu, kenapa Dedi yang mesti bayar?

Meski Dedi adalah Gubernur Jabar, tapi warga yang mengadu banyak yang dari luar Jabar:

"Pikirkan petani singkong Lampung Pak."

Aduan di Lembur Pakuan

Dedi Mulyadi memperlihatkan isi hpnya di kantor kumparan, saat sebelum shooting Program Info A1 kumparan. Dok: M. Rizki/kumparan
Dedi Mulyadi memperlihatkan isi hpnya di kantor kumparan, saat sebelum shooting Program Info A1 kumparan. Dok: M. Rizki/kumparan

Selain kolom komentar, Dedi juga memperlihatkan aduan-aduan warga yang datang ke Lembur Pakuan, rumah Dedi di Subang.

"Windi staf saya yang jaga di rumah, pagi ini memberikan update," ujar Dedi sambil memperlihatkan chat dari Windi.

Berikut aduan dari Lembur Pakuan:

Pak Purwanto asal Bogor, tujuan kedatangan meminta semangat dari Pak Gub untuk anaknya yang korban bully di SMP 8 Bekasi. Nama anaknya Shaka, anak satu-satunya Pak Purwanto selama 17 tahun pernikahan sehingga apa pun dilakukan agar anaknya mau sekolah lagi.

Dedi pun merespons dengan bersedia membuatkan video untuk Shaka.

Yang datang ke Lembur Pakuan pun banyak yang berasal dari daerah luar Jabar. Ini contohnya:

Ibu Fenty asal Jalan Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah, minta solusi permasalahan, awalnya kerja sama dengan BUMDes dan minta modal buat usaha lagi. Sekarang enggak bisa pulang karena enggak punya ongkos.

Dedi lalu memberikan ongkos Rp 500 ribu.

Dedi memperlihatkan aduan warga. Dok: M Rizki/kumparan
Dedi memperlihatkan aduan warga. Dok: M Rizki/kumparan
Salsabila asal Bandung mengidap penyakit HIV sejak bayi dan sedang berobat jalan di RSUD Kota Bandung, tujuannya ingin mendapatkan bantuan dari pemerintah karena anak yatim piatu.

Dedi merespons dengan membekali Salsabila Rp 500 ribu sebagai ongkos.

Apakah seluruh warga yang datang ke rumah Dedi hanya membawa masalah? Ternyata tidak:

Bapak Edi Adus asal Majalengka, tujuan ngasih duren.
Laporan dari Windi bahwa ada warga bernama Edi datang dengan tujuan memberi duren. Dok: M. Rizki/kumparan
Laporan dari Windi bahwa ada warga bernama Edi datang dengan tujuan memberi duren. Dok: M. Rizki/kumparan

Dedi ternyata membacai sendiri aduan-aduan itu di hp Samsung S25 Ultra miliknya, tidak memakai tim.

"Saya enggak punya (tim), ngapain begitu-begituan, ngabis-ngabisin duit. Pakai gini aja," ujarnya seraya menunjukkan hp Samsung yang layar pelindungnya sudah pecah itu.

Keretakan pelindung layar di hp Dedi Mulyadi. Dok: M. Rizki/kumparan
Keretakan pelindung layar di hp Dedi Mulyadi. Dok: M. Rizki/kumparan
Hp Samsung S25 Ultra milik Dedi Mulyadi. Dok: M. Rizki/kumparan
Hp Samsung S25 Ultra milik Dedi Mulyadi. Dok: M. Rizki/kumparan

Media files:
01k1msv3mec3j812sb6mc9cydg.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar