Search This Blog

BSI Bina UMKM CV Hasanah Abadi Jaya Jadi Bisa Ajukan Pinjaman

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
BSI Bina UMKM CV Hasanah Abadi Jaya Jadi Bisa Ajukan Pinjaman
Jul 19th 2025, 11:58 by kumparanBISNIS

Konveksi CV Hasanah Abadi Jaya binaan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Konveksi CV Hasanah Abadi Jaya binaan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Mimpi buruk pandemi COVID-19 sempat memukul CV Hasanah Abadi Jaya, 'kerajaan' konveksi busana muslimah di Jatinegara, Jakarta Timur, yang dibangun Maizil Ilham (37) dan Deni Indra (41) sejak 2016.

Ilham awalnya fokus memproduksi busana untuk beberapa merk yang dijajakan di pasar Tanah Abang hingga Thamrin City pada tahun 2012, akhirnya dibantu oleh Deni yang mahir di bidang pemasaran digital.

Konveksi tersebut berhasil mencapai puncak kejayaan pada tahun 2018, mereka mampu memproduksi hingga 10 brand pakaian berbeda baik merek yang dimiliki sendiri ataupun maklon.

"Kita kerja sama. Puncaknya itu kayaknya sekitar 2018-2019. Alhamdulillah penjualan kita bagus. Bisa sampai 10 brand produksi di sini," ujar Deni, saat ditemui awak media, Jumat (18/7).

Rata-rata kapasitas produksi konveksi dengan payung usaha CV Hasanah Abadi Jaya mencapai 15.000 potong pakaian per bulan. Untuk keuntungan, Maizil menyebut setelah dipasarkan secara online naik hingga 10 kali lipat.

Namun, karena pembatasan aktivitas selama pandemi COVID-19, banyak penjual pakaian di pasar yang gulung tikar membuat bisnis Ilham dan Deni ikut tersendat.

"Lumayan banyak brand yang dari awal, naik lagi di jalan gitu kan, sampai Alhamdulillah semuanya berkembang. Cuma COVID ya agak down," keluh Ilham.

Ilham dan Deni sedikit demi sedikit meniti jalan kembali bangkit dari keterpurukan, meskipun mimpi buruk itu masih menyisakan sedikit lubang bagi keberlangsungan bisnisnya.

Pasca pandemi, untuk pulih tidaklah mudah. Deni menyebut saat ini produksi berada di rata-rata 4.000 potong pakaian per bulan. Bahkan ketika momentum hari raya Idul Fitri saja, maksimal produksi sekitar 12.000 potong, jauh dari posisi sebelum krisis terjadi.

Karyawan menggunakan mesin penghitung uang di BSI Kantor Cabang The Tower, Jakarta, Kamis (13/3/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Karyawan menggunakan mesin penghitung uang di BSI Kantor Cabang The Tower, Jakarta, Kamis (13/3/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

"Sekarang itu orderan kita, produksi kita sekarang itu di bawah 4.000 potong sebulan. Turun jauh banget, dan itu mulai terjadi kayaknya dari akhir tahun kemarin," kata Ilham.

Selain busana muslimah seperti gamis dan tunik, CV Hasanah Abadi Jaya memperluas cakupan pasarnya dengan memproduksi seragam. Ilham dan Deni juga menumpu asa melalui penjualan di marketplace dan media sosial, seiring bergesernya minat berbelanja masyarakat.

Bangkit Menjadi Bankable

Konveksi CV Hasanah Abadi Jaya binaan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Konveksi CV Hasanah Abadi Jaya binaan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Pandemi juga menyadarkan mereka bahwa sebagai pelaku UMKM untuk memperbesar usaha berkelanjutan perlu memperluas jejaring. Keduanya mulai mengikuti pelatihan dan pembinaan yang diselenggarakan pemerintah melalui instansi terkait.

Dalam proses tersebut, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terlibat dalam pelatihan dan pembinaan. Hal ini menjadi titik balik bagi Ilham dan Deni, di mana pada 2022 keduanya mendapatkan workshop pengelolaan keuangan dalam bisnis dari BSI dan mulai menggunakan transaksi usaha melalui BSI.

"Kami dapat pelajaran penting dari BSI, waktu ada acara pelatihan dan pembinaan dari Kementerian UMKM. Mentornya dari BSI untuk manajemen keuangan. Bagi kami itu penting banget," ujar Deni.

Pelatihan dan pembinaan tersebut mendorong peningkatan kapabilitas usaha CV Hasanah Abadi Jaya, termasuk menjadi UMKM yang bankable alias memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman.

Setelah mendapatkan pembinaan dan pendampingan, Ilham menilai pelaku usaha akan membutuhkan modal yang relevan untuk terus berkembang. Untuk memperoleh pendanaan, usaha harus terus berputar dengan pengelolaan keuangan yang sehat.

Konveksi CV Hasanah Abadi Jaya binaan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
Konveksi CV Hasanah Abadi Jaya binaan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

"Kami merasakan itu, setelah sempat terpuruk karena pandemi, kami terus memperbaiki usaha. Memperbaiki keuangan dan perlahan naik kembali. Tentunya agar terus bisa bertahan kami harus terus ekspansi," tutur Ilham.

Kini, CV Hasanah Abadi Jaya tengah membesarkan brand Alus Creation dengan pemasaran yang lebih agresif. Selain memproduksi baju Muslimah, Alus Creation terus memperbesar pasar busana muslim pria serta masuk dalam proyek pengadaan seragam instansi.

"Ke depan kami ingin masuk ke ekosistem UMKM BSI yang lebih besar dan sudah matang. Tidak hanya mengandalkan penjualan melalui e-commerce, namun dalam skala lebih besar untuk permintaan nasional maupun kesempatan showcase di ajang-ajang pameran Internasional," pungkas Deni.

Media files:
01k0gd53d39by43w90yaenbpyz.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar