Kondisi nisan salib yang dirusak oleh orang tak dikenal di pemakaman umum (TPU) Ngentak, Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Senin (19/5/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Kasus perusakan nisan makam kembali terjadi di Kabupaten Bantul. Setelah di makam umum Ngentak dan makam umum Ironayan, kasus perusakan nisan juga dilaporkan terjadi di makam umum Jaranan, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul.
Kepala Seksi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengatakan peristiwa perusakan makam di Jaranan diketahui pada 14 Mei lalu oleh ahli waris.
"Pada hari Rabu tanggal 14 Mei 2025 sekitar pukul 07.00 wib, saksi 1 (ahli waris) mengetahui bahwa nisan makam keluarga (alm Sugiman) dalam kondisi papan nama di batu nisan terlepas (rusak). Selanjutnya saksi berusaha mencari keberadaan papan nama di batu nisan di sekitar makam namun tidak ditemukan," kata Jeffry dalam keterangannya, Senin (19/5).
Saat saksi mencari papan nama, dia justru menemukan potongan batu nisan milik orang lain yang dirusak dan di buang di sekitar makam.
Jeffry mengatakan setelah melihat berita soal perusakan makam di TPU Ngentak, saksi memutuskan melaporkan kejadian di makam Jaranan. Di sana ada dua nisan yang dirusak.
Dari foto yang dibagikan Jeffry, nisan yang dirusak adalah nisan salib.
Kondisi nisan salib yang dirusak oleh orang tak dikenal di pemakaman umum (TPU) Ngentak, Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Senin (19/5/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
2 Laporan Polisi
Jeffry mengatakan sudah ada dua laporan polisi yang masuk soal perusakan makam. Pertama di Ngentak dan satu di Jaranan. Sementara untuk kasus di makam Ironayan belum dilaporkan.
"Yang sudah membuat laporan 2. Imbauannya bila ada lagi bisa dilaporkan ke polsek polres terdekat," bebernya.
Rentetan kasus ini tengah dalam penyelidikan Polres Bantul.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar