Search This Blog

Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru Akan Dikaji Ulang, Apa Pemicunya?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru Akan Dikaji Ulang, Apa Pemicunya?
Apr 23rd 2025, 12:48, by Alya Zahra, kumparanNEWS

Wakil Ketua I SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) Muryanto Amin (kiri) , Dirjen Kemendiktisaintek Khairul Munadi (tengah), Rektor UI Heri Hermansyah (kanan) di Fakultas Hukum, UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/4/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
Wakil Ketua I SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) Muryanto Amin (kiri) , Dirjen Kemendiktisaintek Khairul Munadi (tengah), Rektor UI Heri Hermansyah (kanan) di Fakultas Hukum, UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/4/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bakal mengkaji ulang sistem penerimaan mahasiswa baru usai munculnya wacana untuk mengembalikan penjurusan di jenjang pendidikan SMA.

Wakil Ketua I SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) Muryanto Amin mengatakan, saat ini penerimaan mahasiswa baru masih menggunakan sistem lama. Belum dapat dipastikan penerimaan mahasiswa baru tahun mendatang akan pakai sistem baru.

"Jadi ini masih dalam proses pengajian yang lebih dalam, agar yang diharapkan bisa dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan," ujar Muryanto saat konferensi pers pelaksanaan UTBK, di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (23/4).

"SNBP 2025 ini masih menggunakan seperti yang lalu. Dan kajian ini akan terus kami lakukan setelah selesai kajiannya, kita akan buat sosialisasi baru, apakah dilaksanakan tahun depan, itu nanti akan diumumkan sebelum pelaksanaan berjalan, baik yang untuk TKA (Tes Kemampuan Akademik) maupun yang untuk penjurusan," sambungnya.

Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek Khairul Munadi  (kiri) meninjau pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer- Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/4/2025). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek Khairul Munadi (kiri) meninjau pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer- Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/4/2025). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
Peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer- Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) di gedung Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/4/2025). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO
Peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer- Seleksi Nasional Berbasis Tes (UTBK-SNBT) di gedung Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (23/4/2025). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Sistem penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa mulai diterapkan sejak era Kurikulum 1994 sampai dengan Kurikulum 2016 (KTSP).

Aturan ini kemudian dihapus saat masa kepemimpinan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan mengubahnya menjadi Kurikulum Merdeka.

Selanjutnya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti berencana untuk mengembalikan penjurusan di SMA seperti sebelumnya yakni IPA, IPS, dan Bahasa.

"Sehingga ke depan, jurusan akan kita hidupkan lagi. Jadi nanti akan ada jurusan lagi. IPA, IPS, dan Bahasa. Sehingga dalam TKA itu nanti, murid-murid itu ada tes yang wajib, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika," ujar Mu'ti di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Jumat (11/4).

"Untuk mereka yang ambil IPA itu nanti dia boleh memilih tambahannya antara Fisika, Kimia, atau Biologi. Untuk yang IPS juga begitu, dia boleh ada tambahan apakah itu Ekonomi, apakah itu Sejarah, atau ilmu-ilmu lain yang ada dalam rumpun ilmu-ilmu sosial," tambahnya.

Kendati demikian, wacana ini masih akan dibahas lebih lanjut bersama sejumlah kementerian sesuai arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Media files:
01jsgb7z6jmgqqg20xt07z814v.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar