Apr 8th 2025, 11:24, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS
Pekerja memeriksa kualitas daging ikan tuna kualitas ekspor hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lampulo, Banda Aceh, Aceh, Selasa (5/11/2024). Foto: ANTARA FOTO /Irwansyah Putra
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor perikanan dari berbagai daerah Indonesia mencapai Rp 1 triliun sejak 24 Maret sampai 2 April 2025. KKP menyebut ekspor perikanan tetap berjalan selama libur panjang Idulfitri.
"Berdasarkan catatan 24 Maret sampai 2 April atau H+1 Lebaran ekspor perikanan tetap jalan terus di 32 provinsi," jelas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan Perikanan (BPPMHKP/Badan Mutu) Ishartini dalam pernyataan resmi, Selasa (8/4).
Ishartini menyebut Badan Mutu KKP memiliki 47 unit pelaksana teknis (UPT) dan tersebar di seluruh provinsi. Selama libur panjang, pelayanan penerbitan Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) tetap berjalan karena ikan salah satu komoditas ekspor nonmigas andalan Indonesia yang pasarnya menjangkau 140 negara.
Adapun komoditas perikanan unggulan Indonesia di pasar global di antaranya udang, tuna-skipjack, cephalopod (cumi dan gurita), kepiting dan rumput laut.
Ishartini merinci, negara tujuan ekspor perikanan selama libur lebaran yaitu Australia, Thailand, Uni Emirat Arab, RRT, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Malaysia, Qatar, Singapura, China Taipei, Amerika Serikat, Belanda, Timor Leste, Vietnam, Korea, Kuwait, Filipina, Spanyol, Perancis, Yordania, Irlandia, Puerto Rico, Zimbabwe, dan Meksiko.
Ishartini menjelaskan, kegiatan ekspor beragam jenis produk perikanan (22 HS Code) di beberapa wilayah kerja UPT Badan Mutu selama periode libur Lebaran. Berikut rinciannya:
Provinsi Sumatera Utara tercatat 413 kali ekspor (4.540.893 kg)
NTT tercatat 18 kali ekspor (13.159 kg)
Kepri sebanyak 54 kali (227.822 kg)
Bali sebanyak 159 kali (312.902 kg)
Sulawesi Selatan sebanyak 131 kali (1.850.855 kg)
Kalimantan Selatan 19 kali (22.974 kg)
Jawa Timur (melalui Pelabuhan Tanjung Perak-red) 133 kali (2.850.832 kg)
Provinsi Bangka Belitung sebanyak 11 kali (41.290 kg)
Provinsi Papua Barat Daya (melalui Sorong) 17 kali (46.047 kg).
Ishartini menyampaikan, total ekspor perikanan nasional selama periode lebaran H-7 sampai H+1 frekuensinya sebanyak 2.774 kali, dengan volume total 20.225.966 kg atau lebih dari 20 ribu ton dan diperkirakan bernilai Rp 1 triliun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar