Aug 27th 2024, 06:32, by Andreas Ricky Febrian, kumparanNEWS
Para pengunjuk rasa memegang pagar kawat berduri pada aksi unjuk rasa. Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Seruan aksi unjuk rasa 'Jogja Memanggil' akan digelar Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), di Yogyakarta, hari ini. Seruan tersebut mereka sebarkan di akun X mereka @UGMBergerak.
"Mengundang buruh, mahasiswa, akademisi, pedagang, pengusaha, agamawan, wibu, K-Popers, dan siapa pun mereka yang masih berjuang untuk tinggal di tempat yang lebih baik!" begitu bunyi seruan mereka, seperti dilihat di akun X @UGMBergerak, Selasa (27/8).
Rencananya, aksi ini akan digelar pukul 09.00 WIB dengan 2 titik kumpul di Parkiran Abu Bakar Ali, Malioboro, Kota Yogyakarta dan di Wisma Kagama, Bulaksumur, Sagan, Kota Yogyakarta.
Pada poster yang diunggah Aliansi Mahasiswa UGM, nampak seorang mengenakan busana adat khas Raja Jawa, lengkap dengan mahkotanya. Sementara itu, mereka juga menyertakan beberapa tagar seperti #AdiliJokowi, #GanyangMulyono, #LawanOligarki, dan #KawalPutusanMK.
Aksi Jogja Memanggil ini merupakan aksi kedua dalam sepekan terakhir. Aksi pertama digelar Kamis,22 Agustus, bertepatan dengan upaya pengesahan revisi UU Pilkada yang dinilai publik sebagai upaya pengebirian demokrasi dan pembegalan konstitusi.
Kerajaan Masa Pahit dibawa peserta demo Jogja Memanggil di Kota Yogyakarta, Kamis (22/8/2024). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Jateng Bergerak
Sebelumnya, aksi unjuk rasa juga muncul di Semarang dengan judul 'Jateng Bergerak'. Aksi ini dipusatkan di Balai Kota Semarang pada Senin (26/8).
Massa bergerak atas rasa muak akibat akrobrat elite-elite politik yang membuat ketatanegaraan mengalami disharmoni. Mereka juga membawa spanduk 'Memenggal Raja Jawa', 'Tolak Politik Dinasti', dan sebagainya.
Aksi ini berlangsung ricuh, hingga polisi menembakkan water cannon dan gas air mata, ke demonstran yang terdiri dari pelajar STM dan mahasiswa. Beberapa dari mereka bahkan mencari perlindungan ke Paragon Mal, Semarang.
Semprotan gas air mata polisi juga terasa hingga di permukiman warga. Dalam video yang viral, tampak anak-anak yang sedang belajar mengaji meringkuk ketakutan dan memakai odol di sekitar matanya untuk mengurangi efek pedihnya gas air mata.
LBH Semarang mencatat, ada 21 pelajar STM dan 6 mahasiswa diamankan usai unjuk rasa ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar