Aksi aksi unjuk rasa di Balai Kota Semarang dibubarkan oleh aparat kepolisian. Aksi ini sempat berlangsung ricuh.
Pantauan kumparan di Mal Paragon pukul 22.00 WIB, sudah tidak ada lagi mahasiswa yang bertahan. Jalan Pemuda yang tadinya ditutup sudah dibuka untuk masyarakat.
Situasi saat ini sudah kondusif setelah sempat ricuh.
Aksi demo "Jateng Bergerak" di depan Balai Kota Semarang dibubarkan polisi dengan tembakan gas air mata.
Unjuk rasa yang diikuti pelajar STM dan mahasiswa berlangsung ricuh, mereka melempari halaman Balai Kota Semarang menggunakan kayu, batu, hingga potongan pot tanaman.
Ambulans bawa demonstran Jateng Bergerak yang terluka. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Polisi akhirnya terpaksa membubarkan lantaran demonstran masih kukuh berada di depan Balai Kota atau sepanjang Jalan Pemuda setelah pukul 18.00 WIB.
Selain berhasil merobohkan pagar, masa juga mencorat coret tembok Balai Kota, dan merusak pot bunga yang ada di sekitaran Balai Kota.
Tindakan itu membuat ribuan demonstran kocar kacir tak karuan. Mahasiswa akhirnya menyelamatkan diri ke Mal ParagonSemarang yang terletak dekat Balai Kota.
Mobil ambulans juga hilir mudik mengangkut para demonstran yang terluka dari Mal Paragon.
Adapun dalam demo kali ini, massa mengkritisi kepemimpinan Jokowi. Poster yang tersebar, menyebut massa meminta untuk Jokowi diadili dan diturunkan.
Mahasiswa menegaskan mereka beraksi bukan untuk kepentingan parpol tertentu. Mereka berjuang karena muak akibat demokrasi yang dikebiri dan konstitusi yang dibegal oleh elite-elite politik.
"Kami ini bukan perwakilan PDIP, bukan perwakilan partai. Mari kita serukan hari ini revolusi. Revolusi! Lawan!" kata salah satu orator.
Mereka juga membawa spanduk besar, mengecam kekerasan aparat kepada masyarakat. Spanduk itu bertuliskan "Police Everywhere Justice Nowhere". Ada juga yang membawa poster,"Indonesia tidak baik-baik saja."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar