Search This Blog

Rusia Gempur Odesa, Ukraina, 20 Orang Tewas

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Rusia Gempur Odesa, Ukraina, 20 Orang Tewas
Mar 16th 2024, 03:35, by M Lutfan D, kumparanNEWS

Kondisi usai serangan drone Rusia di sebuah bangunan tempat tinggal di Odesa, Ukraina pada Rabu (17/1/2024). Foto: Reuters
Kondisi usai serangan drone Rusia di sebuah bangunan tempat tinggal di Odesa, Ukraina pada Rabu (17/1/2024). Foto: Reuters

Rudal Rusia menghantam kota pelabuhan Odesa di Ukraina pada hari Jumat (15/3), menewaskan setidaknya 20 orang, termasuk tim penyelamat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut ini merupakan serangan yang keji.

Pantauan reporter AFP di lokasi melihat mayat-mayat yang ditutupi selimut terlihat di jalanan Odesa. Sementara, dari visual yang beredar, terlihat para pekerja layanan darurat berlumuran darah dan tanah tengah bekerja melakukan penyelamatan dan merawat rekan-rekan mereka yang terluka.

Pihak berwenang setempat mengatakan serangan udara Rusia ini menghantam bangunan tempat tinggal, ambulans, dan pipa gas, menyebabkan sedikitnya 20 orang tewas dan melukai 73 orang lainnya, termasuk tim penyelamat.

Maria Slyzovska, yang menyaksikan langsung serangan itu, mengatakan gempuran pertama mengguncang dan merusak rumah ibunya. Kemudian rudal kedua menghantam.

"Ada banyak orang di sana. Ada darah dan ambulans. Kita semua hidup dalam realitas rolet Rusia ini," katanya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara kepada prajurit Ukraina saat upacara memperingati Hari Kemerdekaan Ukraina, di Kyiv pada Kamis (24/8/2023). Foto: Sergei Chuzavkov/AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara kepada prajurit Ukraina saat upacara memperingati Hari Kemerdekaan Ukraina, di Kyiv pada Kamis (24/8/2023). Foto: Sergei Chuzavkov/AFP

Zelensky mengatakan, pasukan Rusia telah melancarkan dua kali serangan di pusat kota pelabuhan itu. Serangan kedua menghantam pekerja penyelamat di lokasi kejadian serangan pertama.

Pejabat kota mengatakan, Moskow menargetkan Odesa dengan rudal Iskander yang diluncurkan dari semenanjung Krimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014.

"Teror Rusia di Odesa adalah tanda kelemahan musuh, yang memerangi warga sipil Ukraina pada saat negara tersebut tidak dapat menjamin keamanan bagi orang-orang di wilayahnya sendiri," kata asisten presiden Andriy Yermak.

Media files:
01hmb0y71y9hq5cq45j6aekg5v.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar