Mar 15th 2024, 23:14, by Fadjar Hadi, kumparanNEWS
Rekaman CCTV Aselar kembali melempari benda-benda di rumah Najunda Duhita warga Desa Sidodadi RT 07 RW 02, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Foto: Dok. Istimewa
Rumah milik Najunda Duhita warga Desa Sidodadi RT 07 RW 02, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, kembali dilempari oleh tetangganya sendiri.
Sebelumnya pada 2023 pelaku bernama Aselar yang juga merupakan kerabat korban melempari pecahan genting hingga bebatuan.
Najun mengatakan, Aselar kembali melempari benda-benda di rumahnya pada Februari 2024. Padahal, keduanya sudah dimediasi dan Aselar sepakat tidak mengulangi perbuatannya.
Mediasi tersebut usai Najun melaporkan aksi teror Aselar ke Polresta Sidoarjo pada Kamis (11/1) lalu.
"Januari kemarin memang sudah mediasi. Terus 13 Februari itu tiba-tiba ada lemparan sampah di atap belakang rumah," kata Najun saat dikonfirmasi, Jumat (15/3).
Kali ini, kata Najun, rumahnya dilempari segala macam benda mulai plastik, jantung pisang dan sebagainya. Aksinya itu kembali terekam CCTV di rumah Najun.
"Dia (Aselar) melempar sampah isi plastik bungkus kopi, makanan ayam, jantung pisang. Sampai yang terakhir itu kemarin 12 Maret melempar genting," ucapnya.
Ia mengaku tidak mengetahui alasan pasti Aselar kembali melakukan pelemparan di rumahnya. Menurutnya, ia tak pernah mengganggu aktivitas dari Aselar selama ini.
"Dari keseluruhan kejadian pelemparan itu aku juga enggak tahu sebabnya apa, saya saja enggak ngapa-ngapain, dilempari lagi juga diam saja dan langsung lapor penyidik," terangnya.
Ia berharap pihak kepolisian memproses hukum aksi teror yang dilakukan Aselar itu. Sebab, sebelumnya telah sepakat tidak mengulangi perbuatannya, namun dilanggar.
"Pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku, saya sudah enggak ada ampun lagi. Kemarin kan sudah dimediasi kok mengulangi lagi, gunanya tanda tangan perjanjian bermaterai apa kalau masih diulangi," tandasnya.
Rekaman CCTV Aselar kembali melempari benda-benda di rumah Najunda Duhita warga Desa Sidodadi RT 07 RW 02, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Foto: Dok. Istimewa
Sebelumnya, saat kasus pelemparan baru dan pecahan genting, Najun mengungkap alasan pelaku berbuat seperti itu. Ia menuturkan teror itu dilakukan karena pelaku kesal dengan pembangunan tembok di depan rumahnya. Yang mendirikan tembok adalah pihak Najun.
"Seharusnya rumah tersebut menghadap ke barat, tetangga-tetangga lain rumahnya hadap ke barat karena memang akses utama jalan desa ada di sebelah barat, hanya rumah dia yang menghadap ke timur ke pekarangan saya," ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar