Deputi Kanal Media TPN Ganjar-Mahfud, Karaniya Dharmasaputra, meminta ada investigasi IT di sistem KPU karena ada kesalahan input dalam rekapitulasi suara. Dia meminta agar investigasi itu dilakukan oleh pihak yang independen.
"Saya kira kami mendesak, apalagi tadi Ketua KPU sudah nyatakan ada 2.300 sekian kesalahan input itu hampir 0,7% [suara]. Saya kira kita harus mendesak segera dimulai audit investigasi oleh pihak yang independen," kata Karaniya di Cemara 19, Jakarta Pusat, Jumat (16/2).
"Audit investigasi IT terhadap semua sistem KPU end to end," tambah dia.
Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
Tak hanya itu, Karaniya juga mendorong DPR untuk aktif melakukan fungsi pengawasan.
"Kedua, saya kira kita juga memiliki DPR, saya kira DPR khususnya komisi yang berkepentingan atau yang bertanggung jawab terhadap area ini saya kira juga sudah seyogyanya kami mengimbau untuk segera menjalankan fungsi pengawasannya," tutur Karaniya.
Dia mengatakan seharusnya DPR dapat memanggil sejumlah pihak terkait seperti KPU dan Bawaslu untuk membahas segala permasalahan yang terjadi selama proses pemilu. Begitu juga dengan dugaan kecurangan.
"(DPR) memanggil KPU untuk mengurai semua persoalan-persoalan semua bukti-bukti semua kejanggalan-kejanggalan yang kita saksikan beredar secara luas di media sosial dan mainstream media dalam 3 hari ini," tutup Karaniya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar