Dec 14th 2023, 19:04, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS
Ketua Pelaksana Timnas AMIN, Sudirman Said. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Ketua Pelaksana Timnas Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN), Sudirman Said, menilai belakangan ini marak hal yang tidak wajar dan tidak patut terjadi di Indonesia.
Salah satunya, yakni terkait pelanggaran atas hukum demi kepentingan pribadi yang dilakukan Presiden Joko Widodo atau Jokowi demi anaknya, Gibran Rakabuming Raka, dapat mengikuti Pemilu 2024.
"Dalam waktu terakhir ini terlalu banyak pertunjukan ketidakwajaran dan ketidakpatutan yang tidak hanya hukum diperkosa untuk kepentingan pribadi tapi juga melanggar kepatutan dan kewajaran," kata dia dalam kegiatan diskusi publik bertajuk OTW 2024 dan bedah buku karya Sudirman Said berjudul 'Bergerak dengan Kewajaran?' di Filosofi Kopi, Kota Bandung, pada Kamis (14/12).
"Bagaimana mungkin seorang pimpinan tertinggi negara memaksakan putranya masuk dalam kontestasi tapi dengan cara merubah aturan," lanjut dia.
Sudirman pun menambahkan, adanya pengaruh Jokowi atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tak lagi hanya sebatas 'dugaan'. Sebab, kata dia, sudah terlalu banyak fakta yang menunjukkan adanya pengaruh Jokowi atas putusan MK.
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers tentang pengungsi Rohingya di Istana Kepresidenan, Jumat (8/12/2023). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
"Saya kira bukan lagi dugaan karena di banyak media sudah diulas baik yang sifatnya opini maupun cerita mengenai fakta di balik berita, jadi terlalu jelas perjalanannya dan kronologisnya," ucap dia.
Maka dari itu, Sudirman menilai kepercayaan publik pada aparatur negara harus dikembalikan. Menurut dia, Pemilu 2024 menjadi momen untuk mengembalikan kepercayaan publik dengan cara memilih figur yang tepat. Hal itu juga yang menjadi inti pesan dari buku yang dibuatnya.
Calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka memberikan sambutan saat Konsolidasi Pemenangan Prabowo - Gibran di Sentul International Convention Centre, Bogor, Minggu (10/12/2023). Foto: Youtube/Waktunya Indonesia Maju
"Pemilu 2024 adalah kesempatan emas untuk menemukan figur yang tidak hanya memberi solusi bagi persoalan kebangsaan tapi juga membangun kembali public trust atau kepercayaan publik kepada politik dan kekuasaan, pada pengelolaan negara," kata dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar