Dec 14th 2023, 02:07, by Wisnu Prasetiyo, kumparanNEWS
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berjabat tangan dengan politisi Budiman Sudjatmiko usai berkunjung ke Kediaman Prabowo di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Direktur Juru Debat Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, angkat bicara terkait viral fotonya berpose mengepalkan tangan saat debat capres Prabowo Subianto sama dengan pose saat menjadi aktivis 98. Menurutnya, beda zaman juga beda perjuangan.
Foto Budiman ramai menjadi pembicaraan di media sosial X, Rabu (13/12).
Foto pertama terlihat Budiman mengangkat tangannya seraya mengepal saat menjadi aktivis. Foto kedua terlihat Budiman berpose yang sama saat Prabowo menyebut namanya ketika membicarakan isu penculikan aktivis.
"Ini artinya bahwa setiap 25 tahun sekali sebuah bangsa harus mengubah agenda prioritasnya. Saya ketika angkat tangan dulu diadili karena agenda prioritas bangsa adalah kebebasan. Hari ini agenda kebangsaan adalah prioritas persatuan untuk kemajuan keadilan," kata Budiman usai acara Relawan Penerus Negeri di Hotel Arion, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (13/12).
Budiman mengatakan, dia tak mau kegiatan aktivismenya diibaratkan sekadar sebuah lukisan yang dipajang di kamar berdebu.
"Saya sebagai aktivis tidak mau cuma jadi lukisan dan dipajang sebuah kamar berdebu, semahal apa pun lukisan itu tidak bisa bersihkan untuk kamar kotor. Saya lebih suka, pecahkan figura lukisan itu, saya jadi sapu, sapu dia berdebu, tapi dia berguna untuk bersihkan ruang kotor," ujarnya.
"Saya tidak mau teman-teman aktivis yang hari ini gabung dengan Prabowo, tidak jadi lukisan yang dipajang lima tahun sekali tapi tidak punya fungsi bersihkan ruang kotor. Kami jadi sapu, mungkin harganya lebih murah daripada lukisan itu tapi sapu itu berguna untuk bersihkan ruang kamar kotor," lanjut dia.
Budiman mengatakan dirinya hendak berfungsi sesuai tuntutan zaman. Dia mengatakan, saat menjadi aktivis, dirinya berjuang melawan. Namun, kini dia berkomitmen berjuang untuk berkawan.
"Analogi ini, kami ingin berfungsi dalam setiap tuntutan zaman. Ingat dalam setiap 25 tahun bangsa harus ubah agenda prioritasnya, dulu kami berjuang siap mati untuk kebebasan, Sekarang kami siap bersatu, dulu kami siap melawan untuk kebebasan, sekarang kami siap bersatu untuk kemajuan dan keadilan Indonesia. Karena tantangan kita sudah berbeda," ujarnya.
"Kami membela untuk menjadi relevan karena Kami merasa masih muda, pikiran kami masih jernih, otot kami masih kuat. 25 tahun lalu otot kami, kami pakai untuk melawan, hari ini untuk bersatu, untuk berkawan," lanjut dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar