Oct 22nd 2023, 17:23, by Agus Budiana, Agus Budiana
Ilustrasi Partai Peserta Pemilu Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Mesin-mesin partai sudah terlihat dalam pemilu 2024 nanti. Beberapa di antaranya menjamurnya baliho-baliho. begitu pula pada transportasi umum nempel di kaca belakang dengan profil caleg terpampang di dalamnya. Di mana baliho tersebut mencantumkan ketua umumnya, di samping profil caleg dengan latar belakang simbol parpolnya masing-masing.
Rame, meriah terkadang seru. Apalagi ditambah dengan kampanye tersembunyi sudah terlihat di media-media arus utama (surat kabar, portal berita online, televisi) walaupun dalam kemasan informasi-informasi berita dengan gaya publisitas. Merupakan kondisi dan hal yang sangat wajar, ketika hajat demokrasi suatu negara akan merotasi para pengelola negara baik legislatif maupun eksekutif dalam siklus 5 tahunan.
Parpol Mulai Bergerak
Ilustrasi Alat Peraga Kampanye (APK) di Banda Aceh. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
Parpol secara kelembagaan yang menjadi aktor utama dalam hajat demokrasi ini, senantiasa menampilkan semua yang akan menjadi jualannya pada rakyat. Mulai dari kesejahteraan, kemakmuran, ekonomi, pendidikan sampai gratis biaya sosial dalam ragam bentuk dijual berupa bentuk tag line-tag line para calegnya.
Namun ada juga yang menarik, sempat penulis lihat di salah satu lokasi sudut kota aparat satpol pp sedang menurunkan salah satu baliho, mungkin tidak tepat penempatannya walaupun di ruang publik.
Tidak terkecuali bagi pejabat-pejabat politik yang berafiliasi dengan parpol tertentu yang masih menjabat atau yang akan habis masa jabatannya (gubernur, bupati, wali kota), pastinya sudah menggeliat melakukan persiapan-persiapan apabila sudah tidak menjabat kembali. Kebanyakan mencalonkan diri kembali menjadi caleg baik tingkat nasional sampai tingkat daerah.
Ada juga salah satu partai dengan lumbung artisnya sudah memperlihatkan keberadaannya. Semuanya bergerak pada satu muara yang sama, pada tanggal 14 Februari untuk minta dipilih oleh rakyat.
Harapan Rakyat
Seorang lelaki tidur siang di trotoar di pusat kota Jakarta. Foto: AFP/BAY ISMOYO
Semuanya untuk siapa? Untuk apa? Semuanya bagi rakyat, sebagai pemegang kedaulatan dan kekuasaan tinggi negara. Bagi pedagang sayur ingin agar jualannya laku, suasananya aman, barang-barang yang dibeli dari pemasok murah, begitu pula bagi pedagang baso keliling agar jualannya laku, ada tempat atau lokasi yang gratis dapat berjualan secara menetap.
Bagi pegawai negeri kontrak petugas kebersihan di jalan, para guru ingin agar ada kejelasan statusnya menjadi tetap. Tidak muluk memang, harapan-harapan bagi rakyat, minimal harapan-harapan itulah yang akan berubah ketika terjadi pergantian para pengelola negara.
Tugas berat dan tidak mudah bagi semua parpol, apabila melihat esensi makna pemilu bagi rakyat. Pertanyaan selanjutnya, mampukah semua parpol, terutama nanti parpol yang terpilih dengan suara terbanyak menjawab harapan rakyat?
Konsistensi platform visi, misi parpol yang akan terimplemtasikan secara nyata baik dalam regulasi UU tingkat DPR maupun pelaksanaan UU tingkat pemerintah dengan tujuan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat adalah solusinya.
Semaksimal apapun semua parpol melakukan kampanye dengan jualannya apabila tidak sesuai dengan harapan dan keinginan rakyat, akan dikenang sebagai pemanis dinamika demokrasi dan sejarah politik akan mencatatnya.
Terakhir jangan sampai terkesan menjadi stigma buruk. Pemilu hanya merupakan arena untuk memperkokoh kepentingan kelompok tertentu atau oligarki-oligarki kuasa tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar