Aug 2nd 2023, 22:09, by Berita Terkini, Berita Terkini
Ilustrasi Jelaskan Perkembangan Akuntansi Di Indonesia, Foto: Unsplash/MTStock Studio.
Jelaskan perkembangan akuntansi di Indonesia! Pertanyaan ini bisa ditemukan dalam pelajaran IPS di jenjang SMA. Akuntansi adalah mata pelajaran yang berhubungan dengan angka dan segala hal tentang keuangan.
Tujuan utama dari mata pelajaran ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam memahami dan menyusun laporan keuangan serta mengelola keuangan secara efektif.
Sejarah Perkembangan Akuntansi di Indonesia
Ilustrasi Jelaskan Perkembangan Akuntansi Di Indonesia, Foto: Unsplash/Khaosai Wongnatthakan.
Soal mengenai jelaskan perkembangan akuntansi di Indonesia banyak dicari siswa untuk membantu menyelesaikan tugas mata pelajaran Akuntansi.
Dikutip dari buku Pengantar Akuntansi (Teori Dan Penerapannya Dalam Berbagai Metode) karya Evi Martaseli, dkk (2023: 6), sebelum kedatangan Belanda ke pulau Jawa pada tahun 1609 bangsa Indonesia telah mengenal alat tukar yang disebut barter.
Pemerintahan Belanda tidak hanya memperkenalkan mata uang, tetapi juga memperkenalkan sistem pembukuan berpasang kepada Indonesia pada abad ke-17.
East Indies Company, perusahaan kolonial Belanda yang memiliki pengaruh sangat penting terhadap peraturan bisnis di Indonesia saat itu menggunakan sistem pembukuan berpasangan yang dikenal dengan sistem cintinental.
Pada masa itu belum ada akuntan yang berasal dari Indonesia, sehingga pembukuan masih ditangani oleh akuntan luar negeri. Pada masa penjajahan Jepang, Pemerintah Jepang tidak memberikan sumbangsih apapun terhadap sistem akuntansi di Indonesia.
Pada saat itu, Indonesia masih tetap mempergunakan sistem continental yang berasal dari pemerintah Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia (1945), sistem pembukuan Belanda masih dipergunakan sampai dengan tahun 1960.
Perkembangan akuntansi di Indonesia semakin pesat setelah tahun 1957, pada saat itu berdiri suatu organisasi yang mewadahi para akuntan di Indonesia. organisasi tersebut diberi nama Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).
Pada masa tersebut, Indonesia mulai mengadopsi sistem akuntansi Amerika Serikat, yang dikenal dengan sistem Anglo Saxon. Lalu pada tahun 1960, Sekolah Tinggi Akuntanasi Negara (STAN) mulai mengganti program akuntansi mereka dari sstem Belanda ke sistem Amerika Serikat yang dikenal dengan sistem Anglo Saxon.
Dan pada tahun 1975, semua institusi baik swasta maupun pemerintah telah mengadopsi sistem Aglo Saxon. Berkembangnya sistem akuntansi Anglo Saxon di Indonesia disebabkan adanya penanaman modal asing di Indonesia yang membawa dampak positif terhadap perkembangan akuntansi karena sebagian besar penanaman modal asing menggunakan sistem akuntansi Amerika Serikat (Anglo Saxon).
Perkembangan standar akuntansi Indonesia telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan dari masa ke masa, yaitu sebagai berikut:
Masa penjajahan Belanda: Indonesia memakai standar akuntansi milik Belanda.
Pada tahun 1955: Indonesia belum memiliki UU resmi terkait standar keuangan.
Pada tahun 1974: Indonesia mengikuti standar akuntansi Amerika yang dibentuk oleh IAI.
Pada tahun 1984: PAI (Prinsip Akuntansi Indonesia) ditetapkan menjadi standar akuntansi Indonesia.
Pada tahun 1984 akhir: PAI mengikuti standar IASC (International Accounting Standart Committed).
Pada tahun 1994: Prinsip Akuntansi Indonesia telah committed mengikuti IASC.
Pada tahun 2008: SAK (Standar Akuntansi Keuangan) mengacu pada IFRS.
Pada tahun 2012: IFRS mulai diresmikan dan diterapkan di Indonesia.
Demikian uraian mengenai sejarah perkembangan akuntansi di Indonesia yang penting diketahui. Dari zaman penjajahan hingga saat ini, akuntansi di Indonesia sudah mengalami perubahan dan perkembangan. (Umi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar