Search This Blog

Erdogan Undang Putin Kunjungi Turki Bulan Depan, Bahas Apa?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Erdogan Undang Putin Kunjungi Turki Bulan Depan, Bahas Apa?
Jul 8th 2023, 10:24, by Aliyya Bunga, kumparanNEWS

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Turki melalui tautan video, di istana Presiden di Ankara, Kamis (27/4/2023). Foto: Kepresidenan Turki melalui AP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Turki melalui tautan video, di istana Presiden di Ankara, Kamis (27/4/2023). Foto: Kepresidenan Turki melalui AP

Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengunjungi Turki pada Agustus 2023 mendatang, atas undangan dari Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Kedua pemimpin dijadwalkan membahas sejumlah isu berkaitan dampak dari operasi militer khusus di Ukraina, salah satunya adalah kesepakatan tentang ekspor gandum melalui Laut Hitam.

Dikutip dari Reuters, pengumuman ini disampaikan oleh Erdogan dalam konferensi pers gabungan bersama Presiden Volodymyr Zelensky, pada Sabtu (8/7).

Lawatan Zelensky ke Ankara merupakan bagian dari agendanya setelah mengunjungi Bulgaria dan Republik Ceko. Bersama Erdogan, Zelensky mendiskusikan nasib kesepakatan ekspor melalui Laut Hitam — yang akan berakhir pada 17 Juli 2023.

Apa saja yang akan dibahas Putin dan Erdogan?

Erdogan mengatakan, pihaknya telah mendesak Rusia untuk berpartisipasi dalam upaya memperpanjang kesepakatan ekspor melalui Laut Hitam setidaknya selama tiga bulan. Sebelumnya, Moskow dilaporkan sempat mengancam akan menangguhkan kesepakatan yang mampu mencegah dunia dari krisis pangan itu.

Menurut Erdogan, kesepakatan soal ekspor Laut Hitam akan menjadi salah satu isu terpenting dalam agenda pertemuannya dengan Putin di Turki bulan depan.

"Harapan kami adalah bahwa kesepakatan ini akan diperpanjang setidaknya sekali dalam tiga bulan, bukan setiap dua bulan," jelas Erdogan.

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiri konferensi pers bersama setelah pembicaraan Rusia-Turki di Rusia. Foto: Sergei Chirikov / Pool via REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiri konferensi pers bersama setelah pembicaraan Rusia-Turki di Rusia. Foto: Sergei Chirikov / Pool via REUTERS

"Kami akan berusaha dalam hal ini dan mencoba untuk meningkatkan durasinya menjadi dua tahun," sambung dia.

Selain kesepakatan soal ekspor melalui Laut Hitam, Erdogan dan Zelensky telah mendiskusikan isu-isu penting lain yang nantinya akan dibahas Erdogan dengan Putin seperti pertukaran tahanan.

Kepada Erdogan, Zelensky mengaku telah mendiskusikan secara spesifik mengenai pengembalian semua tahanan Ukraina — termasuk anak-anak dan kelompok lainnya yang dideportasi ke Rusia.

"Kami sedang mengupayakan pemulangan para tawanan, tahanan politik, dan Tatar Krimea," kata Zelensky. Dia merujuk pada etnis muslim Ukraina pemukim di Semenanjung Krimea, wilayah yang dianeksasi Moskow pada 2014 lalu.

"Mitra kami memiliki semua daftarnya. Kami benar-benar sedang mengupayakan hal ini," pungkasnya.

Kapal kargo berbendera Sierra Leone Razoni, membawa gandum Ukraina, terlihat di Laut Hitam di lepas pantai Kilyos, dekat Istanbul, Turki, Selasa (2/8/2022). Foto: Umit Bektas/REUTERS
Kapal kargo berbendera Sierra Leone Razoni, membawa gandum Ukraina, terlihat di Laut Hitam di lepas pantai Kilyos, dekat Istanbul, Turki, Selasa (2/8/2022). Foto: Umit Bektas/REUTERS

Erdogan, pada gilirannya telah mengungkapkan dukungan untuk menyelesaikan isu tersebut. Dia menawarkan hendak membahas itu bersama Putin melalui telepon, sebelum kedatangannya di Ankara.

"Jika kami melakukan beberapa panggilan telepon sebelum itu, kami akan mendiskusikannya dalam panggilan telepon juga," ungkap Erdogan.

Secara keseluruhan, Erdogan menegaskan dukungan penuhnya untuk menengahi konflik di Ukraina dan mencegah terjadinya krisis global berkepanjangan. "Saya harap kita akan segera mendapatkan hasil dari [pertemuan] ini," tutup Erdogan.

Meski sebagai anggota NATO, Turki berhasil mempertahankan hubungan baik antara Rusia dan Ukraina selama 16 bulan sejak perang pecah. Tahun lalu, Turki juga sempat menjadi penengah kesepakatan pertukaran tahanan tetapi kemudian terhenti.

Media files:
01gz2zgw1wnvfxh1b59qex9kxw.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar