Jun 24th 2023, 01:14, by Ochi Amanaturrosyidah, kumparanNEWS
Ketua Dewan Pembina Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), Prabowo Subianto, usai menghadiri Reuni Akbar dan Halal Bihalal Purnawirawan TNI-Polri di Jogja Expo Center (JEC), Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Rabu (3/5/2023). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengaku mendapatkan perintah dari Presiden Jokowi untuk menyusun strategi pertahanan untuk 25 tahun. Hal itu ia ungkapkan dalam pidatonya di acara Harlah ke-63 PMII di Benteng Vastenburg, Kota Surakarta, Jumat (23/6).
Awalnya, Prabowo menyebut semua pakar, pengamat, hingga lembaga internasional sudah memproyeksikan Indonesia akan bangkit menjadi negara dengan ekonomi yang hebat. Sekarang saja, Indonesia berada di urutan ke-16 dalam ekonomi dunia dan menjadi bagian dari G-20.
"Dalam beberapa tahun lagi kita akan menjadi G9 atau G8, bahkan ada yang mengatakan Indonesia pada 2045 akan menjadi negara ekonomi ke-4 atau ke-5 terbesar di dunia," ucap Prabowo dalam pidatonya.
Sebagai negara yang kaya, kata Prabowo, pasti akan menimbulkan rasa iri dari kekuatan luar. Apalagi dulu Nusantara pernah "diganggu" bangsa lain, mulai dari Portugis, Spanyol, Prancis, Mongol, Inggris, Belanda, hingga Jepang.
"Ini yang harus saudara sadari sebagai bangsa. Kalau kita tidak kuat, kita akan selalu diganggu bangsa asing. Saya tidak mengajarkan untuk benci bangsa asing, tidak. Kita tidak boleh curiga bangsa asing, tapi kita harus waspada dan menjaga diri dengan baik," tegasnya.
"Kalau kita tidak bisa menjaga kekayaan kita, jangan salahkan orang lain. Itu salah kita sendiri sebagai bangsa," lanjut Ketum Partai Gerindra ini.
Gibran dan Prabowo di Harlah PMII ke-63. Foto: Dok. Istimewa
Agar bisa menjaga kekayaan bangsa itulah, menurut Prabowo, Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat. Ia lalu mengutip ucapan populer filsuf Yunani, Thucydides, "The strong will do what they can, and the weak suffer what they must".
"Saudara mau kita jadi kuat atau lemah? Kalau kita lemah, kita akan menderita. Karena itu Presiden Jokowi menugaskan saya tiga tahun jadi Menhan, beliau tugaskan saya susun rencana pembangunan kekuatan pertahanan 25 tahun ke depan," ungkap Prabowo.
Strategi masa depan itu saat ini tengah disusun oleh Prabowo bersama sejumlah kekuatan dan unsur, termasuk TNI/Polri. Ia berharap, strategi jangka panjang ini bisa membangkitkan kekuatan pertahanan yang kuat agar Indonesia tidak diganggu oleh bangsa asing.
"Supaya Indonesia tidak diganggu, supaya kekayaan kita tidak diambil, dan kita tidak diinjak-injak sebagai bangsa. Kita ingin rakyat hidup terhormat, semua mendapat pekerjaan dengan hasil yang cukup, bukan minimal. Kita mau jadi negara makmur, dan kita bisa," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar