Feb 5th 2023, 18:40, by Berita Terkini, Berita Terkini
Ilustrasi Musik Berfungsi sebagai Media Pengobatan. Sumber: Unsplash.com/Jefferson Santos
Musik berfungsi sebagai media pengobatan disebut dengan musik terapi. Pemanfaatan musik sebagai media pengobatan ini sudah dikenal sejak lama.
Dikutip dari buku Psikologi Musik karya Djohan (2009: 239), diketahui bahwa awalnya, terminology terapi musik dikenal di akhir abad 18, walau jauh sebelumnya musik telah menjadi media penyembuhan. Uraian tentang penyembuhan ini diketahui dari tulisan dalam kitab suci serta manuskrip mengenai sejarah pengobatan di Arab, Cina, India, Yunani, dan Roma.
Jadi, musik terapi bukanlah hal baru yang ada di dunia ini. Faktanya, penelitian-penelitian tentang manfaat penggunaan musik sebagai media pengobatan (terapi) pun telah banyak dilakukan.
Berikut adalah dua contoh dari sekian banyak penelitian tentang pemanfaatan musik sebagai sarana pengobatan (terapi musik). Simak informasi selengkapnya di sini.
1. Terapi Musik Klasik Meningkatkan Kualitas Tidur
Musik sering kali menjadi salah satu media untuk membuat tidur menjadi lebih rileks. Ternyata, penelitian berjudul Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Kualitas Tidur pada Lanjut Usia karya Nopianti dan Suherwin pun membuktikan bahwa,
Dari 48 responden didapat rata-rata kualitas tidur pada lanjut usia sebelum diberikan terapi adalah 6,94 pada level kualitas tidur buruk dengan standar deviasi 2,44. Setelah diberikan terapi musik klasik Mozart didapat rata-rata kualitas tidur pada lanjut usia adalah 5,42 masih berada pada level kualitas tidur buruk, akan tetapi sudah ada perubahan skor kualitas tidur lansia menjadi lebih baik dengan standar deviasi 1,76. Dari hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa ada lima prediktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada lanjut usia dalam terapi musik klasik Mozart yaitu subjective sleep quality, sleep duration, habitual sleep efficiency, sleep disturbance, dan kualitas tidur pretest.
Berdasarkan penelitian tersebut, kita dapat mengetahui bahwa ada perubahan skor kualitas tidur lansia yang menjadi lebih baik ketika mendapatkan terapi musik klasik Mozart. Selain penelitian dari Nopianti dan Suherwin, ada pula penelitian yang menjelaskan dampak terapi musik terhadap nyeri disminorea.
2. Terapi Musik Menurunkan Nyeri Disminorea
Disminorea atau disminore merupakan istilah untuk menggambarkan kram atau nyeri saat haid. Beberapa perempuan sering kali mengalami nyeri ini ketika mengalami menstruasi terutama pada hari pertama dan/atau kedua.
Amirul Amalia dalam penelitiannya yang berjudul Efektivitas Terapi Musik Klasik terhadap Nyeri Disminorea mengungkapkan bahwa,
Rata-rata tingkat nyeri disminorea mahasiswi sebelum diberikan terapi adalah 4,84 dan setelah diberikan terapi musik sebesar 3,03. Sehingga rata-rata penurunan nyeri 1,8. Hasil uji paired t-Test menunjukkan nilai p = 0.000 (p<0.05).
Berdasarkan penjelasan tersebut, kita dapat mengetahui bahwa ada pengaruh dari pemberian terapi musik klasik terhadap intensitas nyeri disminorea. Manfaat musik sebagai terapi keren juga, ya!
Namun, kita perlu mengingat bahwa setiap kegiatan terapi memerlukan pendampingan dari tenaga ahli. Jadi, jangan melakukan diagnosis sendiri (self-diagnose) dan terapi sendiri tanpa pemeriksaan serta arahan dari tenaga medis, ya! (AA)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar