Jan 15th 2023, 19:16, by Muhammad Husein Yordan, kumparanTRAVEL
Pengamat burung saat memotret burung di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta (15/1). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanBiodiversity Warriors (BW) KEHATI melakukan sensus burung air Asia (Asian Waterbird Census) di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta (15/1). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanKegiatan ini dilakukan secara rutin setiap tahun di bulan Januari pada minggu kedua sampai minggu ketiga. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanTujuan utama dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan $ edukasi$ kepada masyarakat terutama generasi muda tentang keberadaan burung air, populasinya yaitu lahan basah, serta fungsi dari keberadaan mereka bagi manusia dan alam sekitar. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanPopulasi burung air menjadi indikator lingkungan yang penting dalam pengelolaan lahan basah. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan"BW KEHATI berharap kegiatan sensus burung air dapat membangun penyadartahuan dan kepedulian generasi muda terhadap keberadaan burung air di Indonesia. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanEkosistem lahan basah memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai pengatur tata air, penyedia berbagai sumber daya bagi masyarakat, serta habitat bagi beragam spesies Rika menambahkan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanKegiatan sensus ini bertujuan untuk memperbarui data burung air dan migrasi dari data tahun sebelumnya. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanHasil sensus burung air 2023 kali ini berhasil mendata 14 jenis burung air, yaitu pecuk-ular asia, kuntul kecil, pecuk-padi hitam, pecuk-padi kecil, blekok sawah, trinil pantai, kowak-malam abu, itik benjut, cangak besar, cangak merah, cangak abu, kokokan laut, kuntul karang, kareo padi, bangau bluwok, dan bambangan hitam. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanKegiatan kali ini diikuti oleh beberapa perwakilan mahasiswa dari Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Nasional, IPB University, Uhamka, LP3I, Universitas Nusa Bangsa, Komunitas Konervasi Satwa Liar ASTA, wadah komunitas aparatur sipil negara (ASN), Jakarta Birdwatchers Society, dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Foto: Aditia Noviansyah/kumparanBurung Kokokan laut (Butorides striata) terlihat di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta (15/1). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanPengamat burung saat memotret burung di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta (15/1). Foto: Aditia Noviansyah/kumparanPerubahan siklus musiman mempengaruhi berbagai hal yang mendukung kehidupan burung air. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Sejak pagi peserta dari beberapa perwakilan mahasiswa Komunitas Konservasi Satwa Liar ASTA, wadah komunitas aparatur sipil negara (ASN), Jakarta Birdwatchers Society, dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersiap melakukan sensus burung air Asia (Asian Waterbird Census) di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta (15/1).
Kegiatan sensus ini dilakukan secara rutin setiap tahun di bulan Januari pada minggu kedua sampai minggu ketiga. Tahun-tahun sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan oleh BW KEHATI di Hutan Lindung Angke Kapuk, berjarak 7 km dari lokasi kegiatan sensus sekarang.
Hasil sensus burung air 2023 kali ini berhasil mendata 14 jenis burung air, yaitu pecuk-ular asia, kuntul kecil, pecuk-padi hitam, pecuk-padi kecil, blekok sawah, trinil pantai, kowak-malam abu, itik benjut, cangak besar, cangak merah, cangak abu, kokokan laut, kuntul karang, kareo padi, bangau bluwok, dan bambangan hitam.
Pengamat burung saat memotret burung di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta (15/1). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar