Dec 26th 2022, 21:36, by KH Anwar Abbas, KH Anwar Abbas
Massa dari Bakornas LKBHMI PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Selasa (25/10/2022). Foto: Dok. Istimewa
Tulisan Sukidi, seorang pemikir muda lulusan Harvard University yang berjudul "Mafia, Negara, dan Rakyat" benar-benar telah membuka mata kita tentang bahaya dan ancaman dari mafianisme . Celakanya, semua sisi dari kehidupan kita saat ini telah mereka kuasai sehingga kita mengenal adanya mafia.
Dalam bidang perpajakan, anggaran, tambang, minyak goreng, beras, cabe, daging, BBM, batu bara, tanah, dan hukum serta lain sebagainya. Siapakah para mafia tersebut? Mereka adalah para pengkhianat bangsa yang hanya memikirkan kepentingan diri dan kelompok serta kroni-kroninya saja.
Dalam mencapai tujuannya, mereka tidak segan-segan melakukan apa saja agar keinginan mereka bisa terpenuhi. Seperti misalnya berkolusi dengan para pejabat dan aparat sehingga mereka benar-benar powerfull dan sangat sulit untuk dijamah oleh hukum. Bahkan, di tangan mereka hukum dibuat hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena para mafia tersebut tidak hanya menguasai ekonomi, tapi juga politik.
Menurut Milton Friedman, bila kekuatan ekonomi dan kekuatan politik sudah berada di satu tangan atau kelompok, maka dia akan melahirkan rezim yang tyranic (zalim). Dan, kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi di negeri yang sama-sama kita cintai ini.
Untuk itu, dalam menghadapi para mafia ini sebaiknya rakyat bersatu mendorong presiden jokowi agar merealisasikan apa yang sudah pernah disampaikannya di mana beliau menyatakan para mafia ini harus "digebuk". Sebab kalau tidak, negara jelas akan dirusaknya. Bila itu yang terjadi, maka tentu rakyat banyaklah yang akan menanggung akibatnya. Dan, kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar