Search This Blog

BYD Indonesia Jual 54 Ribu Mobil Listrik 2025, Bakal Lebih Agresif di 2026

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
BYD Indonesia Jual 54 Ribu Mobil Listrik 2025, Bakal Lebih Agresif di 2026
Jan 18th 2026, 18:00 by kumparanOTO

All terrain circuit BYD Zhengzhou China. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
All terrain circuit BYD Zhengzhou China. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Sebelum menginjakkan kaki secara permanen melalui produksi lokal di Subang, BYD telah membukukan catatan komersial yang impresif di pasar Indonesia. General Manager Asia Pacific Sales BYD Auto, Liu Xueliang, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil menjual sebanyak 54 ribu unit mobil listrik di tanah air.

Menurutnya angka tersebut merupakan bukti nyata penerimaan pasar terhadap brand dan teknologi yang dibawa raksasa otomotif asal China tersebut. Di balik angka penjualan itu, Liu melihat adanya kepercayaan yang tumbuh dari konsumen Indonesia, yang menjadi landasan berharga bagi investasi jangka panjang mereka.

Capaian tersebut juga tidak lepas dari strategi ekspansi jaringan yang dijalankan secara agresif. Hingga awal 2026, lebih dari 80 diler telah beroperasi di berbagai penjuru Indonesia.

"Di tahun 2026 kami akan membuka lebih banyak outlet di Indonesia konsumen bisa lebih dekat menjangkau layanan kami," terangnya dalam pertemuan bersama wartawan asal Indonesia di Zhengzhou, China, Kamis (15/1).

Mobil listrik BYD M6 dan Seal. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Mobil listrik BYD M6 dan Seal. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Kesuksesan penjualan juga ditopang oleh ketepatan dalam memilih model yang diperkenalkan. Liu menyebutkan beberapa model yang sangat populer di Indonesia, seperti BYD M6, Sealion 7, dan Atto 1. "Ini setara dengan komitmen kami, setiap customer Indonesia bisa mencari dream car-nya di BYD," ujar Liu.

Capaian di Indonesia ini merupakan bagian dari momentum global BYD yang tak terbendung. Pada tahun 2025 yang sama, BYD berhasil mendistribusikan 4,6 juta unit kendaraan baru ke seluruh dunia, dengan 1 juta unit di antaranya merupakan ekspor.

BYD Atto 1 di GJAW 2025. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
BYD Atto 1 di GJAW 2025. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Di kawasan Asia Tenggara, BYD juga mencatatkan diri sebagai pemain utama, menjadi brand nomor satu di Singapura dan berhasil menjual 50.000 unit di Thailand. Kesuksesan regional ini menciptakan efek domino yang turut memperkuat posisi BYD di Indonesia.

Yang menarik, respons pasar terhadap kehadiran merek premium BYD, Denza, juga sangat positif. Liu membagikan bahwa sejak diperkenalkan pada awal 2025, Denza D9 langsung disukai pelanggan Indonesia dan telah menerima booking lebih dari 10 ribu unit.

Mobil listrik Denza D9. Foto: Dok. kumparan
Mobil listrik Denza D9. Foto: Dok. kumparan

Pencapaian penjualan 54 ribu unit dan penetrasi kendaraan listrik di Indonesia yang disebut Liu telah melebihi 10 persen menjadi indikator yang sangat positif. Angka penetrasi ini, menurutnya, adalah capaian yang luar biasa baik dalam konteks ASEAN maupun global. Ini menandakan bahwa pasar Indonesia telah matang dan siap untuk transisi menuju elektrifikasi yang lebih masif.

"Pada 2026, kami akan membawa banyak model ke Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dalam konteks pabrik, kami ingin menyatakan terima kasih kami kepada pemerintah Indonesia atas dukungannya," tuntas Liu.

Media files:
01kanyrvh1rtpjytjapbybredv.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar