Search This Blog

Mensos: Insyaallah Besok Pengumuman Pahlawan Nasional, Soeharto Diusulkan

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mensos: Insyaallah Besok Pengumuman Pahlawan Nasional, Soeharto Diusulkan
Nov 9th 2025, 13:15 by kumparanNEWS

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (9/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjenguk korban ledakan SMAN 72 Jakarta di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (9/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan pengumuman terkait tokoh yang akan menerima gelar pahlawan nasional tahun 2025 akan diumumkan besok.

"Insya Allah (besok) kita tunggu aja, kita tunggu nanti pengumuman dari Istana ya, kita tunggu. Ini prosesnya sudah dilalui semua," kata Gus Ipul di RSI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (9/11).

Saat ditanyai apakah Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid akan menerima gelar pahlawan, Gus Ipul tidak menjawab secara detail. Ia menyebut kedua nama itu bagian dari nama-nama yang diusulkan.

"Ya salah satu memang yang kita usulkan ya, kita usulkan dari bawah salah satunya adalah Presiden Soeharto, ada juga Presiden Abdurrahman Wahid, dan banyak lagi tokoh-tokoh dari berbagai provinsi, dari berbagai daerah," ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa proses seleksi para tokoh itu sudah dilakukan berjenjang hingga sampai ke tangan presiden Republik Indonesia.

Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berbicara kepada wartawan pada konferensi pers di istana presiden di Jakarta, pada 26 Februari 2000. Foto: AGUS LOLONG / AFP
Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berbicara kepada wartawan pada konferensi pers di istana presiden di Jakarta, pada 26 Februari 2000. Foto: AGUS LOLONG / AFP
Presiden ke-2 Soeharto bersama putri sulungnya Siti Hardijanti atau Tutut menunggu kedatangan mantan perdana menteri Singapura Lee Kuan Yew di kediaman Soeharto di Jakarta, pada 26 Juli 2007. Foto: Adek Berry/AFP
Presiden ke-2 Soeharto bersama putri sulungnya Siti Hardijanti atau Tutut menunggu kedatangan mantan perdana menteri Singapura Lee Kuan Yew di kediaman Soeharto di Jakarta, pada 26 Juli 2007. Foto: Adek Berry/AFP

"Ya jadi prosesnya berjenjang ya, sudah beberapa kali kami sampaikan mulai dari tingkat kabupaten, provinsi sampai ke Kemensos setelah itu ke Dewan Gelar, Dewan Gelar yang melapor kepada Presiden," terangnya.

Sekjen PBNU itu meminta agar masyarakat menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait nama-nama yang akan menerima gelar pahlawan nasional 2025 itu.

"Nah soal siapa saja kita tunggu pengumuman resminya," pungkasnya.

Media files:
01k9kk3j4eyc1dec22v6wh6ghv.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar