Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Rabu (5/11/2025). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinet
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita atas bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Barat, yang terjadi sejak 25 Desember.
Menko PMK Pratikno mengatakan, arahan Prabowo kepada seluruh Kabinet Merah Putih jelas yakni diminta aktif selama masa tanggap darurat bencana di Aceh-Sumatera.
"Kami di kabinet diperintahkan Presiden, semua jajaran menteri terlibat aktif tanggap darurat mendukung BNPB. Saat ini beberapa menteri ada di lapangan seperti Imigrasi, Menko Infrastruktur di Medan. Jadi kami full, fokus, kerja keras meringankan beban bapak ibu saudara-saudara kita yang terdampak bencana ini," kata Pratikno dalam konferensi pers sekaligus rapat koordinasi bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Tapanuli Utara, Sumut, Minggu (30/11).
Prajurit TNI memuat logistik ke truk untuk didistribusikan ke daerah terdampak banjir bandang di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (28/11/2025). Foto: ANTARA FOTO/AmpelsaFoto udara permukiman penduduk yang terisolasi akibat banjir di Desa Napai, Woyla Barat, Aceh Barat, Aceh, Jumat (28/11/2025). Foto: ANTARA FOTO/Syifa YulinnasSejumlah kendaraan terjebak lumpur pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Foto: Ampelsa/ANTARA FOTO
Pratikno mengatakan, Prabowo mengerahkan semua kekuatan nasional selama masa tanggap darurat. Tujuannya agar situasi dan aktivitas masyarakat Pulau Aceh-Sumatera segera normal.
"Beliau perintahkan kerahkan seluruh kekuatan nasional, fokus untuk penanganan tanggap darurat, secepat-cepatnya melakukan evakuasi, kerahkan logistik, kerahkan tenaga kesehatan, pulihkan infrastruktur, komunikasi, transportasi, dan kawal, di lapangan," ucap dia.
Pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur. Termasuk memulihkan saluran komunikasi yang masih terputus di beberapa daerah terdampak.
"Seluruh kekuatan nasional dikerahkan cepat tanggap darurat dan segera memulihkan secepatnya. Termasuk percepatan infrastruktur, komunikasi di kawasan," ucap Pratikno.
Sementara terkait rehabilitasi, Pratikno mengatakan rencana ini sudah disusun. Namun, tetap fokus utama adalah evakuasi selama tanggap darurat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar