Melalui unggahan di Threads, ibu dengan akun @lilifalihas membagikan pengalaman bayinya yang berusia lima bulan, Malik, mengalami demam tinggi hingga 39°C. Sang ibu menyebut ubun-ubun Malik tampak menonjol, sehingga keluarga segera membawanya ke rumah sakit karena dikhawatirkan mengalami meningitis.
Malik pun menjalani perawatan intensif dan diberikan antibiotik sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Hasil tes menunjukkan bahwa Malik positif terinfeksi Influenza A (H3).
Dokter menjelaskan infeksi bersifat lokal dan belum menyebar berkat penanganan cepat. Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A(K), virus Influenza H3 memang bisa menyebabkan meningitis atau radang otak, meski kasus ini jarang terjadi.
Ilustrasi bayi sakit. Foto: Shutter Stock
"Ya walaupun jarang ya, tapi bisa memang influenza H3 itu berkomplikasi menjadi meningitis ya," ucap dr. Reza, Minggu (2/11).
Influenza umumnya menimbulkan gejala seperti demam, batuk pilek, badan lemas, hingga nyeri otot. Namun pada bayi kecil atau orang dengan daya tahan tubuh rendah, infeksi bisa berkembang menjadi komplikasi berat seperti meningitis, yaitu radang pada selaput otak.
Hal ini dapat terjadi karena virus menyebar melalui saluran napas lalu masuk ke aliran darah dan mencapai otak. Dalam kondisi lain, komplikasi juga bisa muncul akibat infeksi sekunder dari bakteri.
Dokter Ingatkan Pentingnya Vaksin Influenza
Ilustrasi bayi imunisasi atau mendapat vaksin. Foto: aslysun/Shuttterstock
dr. Reza mengingatkan pentingnya vaksinasi influenza sebagai langkah pencegahan. Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan dan diulang setiap tahun untuk menjaga perlindungan tetap optimal.
Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan tanda bahaya saat anak sakit, seperti demam tinggi yang tidak kunjung turun, kejang, atau perubahan kesadaran.
"Misalnya dia ada gejala kejang, kehilangan kesadaran harus segera dibawa ke rumah sakit karena itu bisa jadi gejala awal dari meningitis ini," tegas dr. Reza.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar