Konferensi pers sinergi penanganan keluhan konsumen SPBU di Jawa Timur di SPBU Jalan Jemursari, Surabaya, Jumat (31/10/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
PT Pertamina (Persero) memastikan produk BBM Pertalite yang disalurkan di sekitar 300 SPBU di kawasan Jawa Timur (Jatim) tidak mengandung campuran air.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menjelaskan, Pertamina Patra Niaga bersama Lemigas dan Kementerian ESDM sudah menyisir sekitar 300 SPBU di wilayah Pantura Jawa Timur, mulai dari Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, hingga Bojonegoro dan Malang.
"Sampai dengan saat ini yang terkait dengan kandungan air ini, kami melakukan pengecekan dengan metodologi pasta air. Kami juga melakukan pengecekan dengan mekanisme densitas," jelasnya kepada awak media, dikutip Sabtu (1/11).
"Kita juga melakukan pengecekan dengan standar visual clarity dan kejernihan warna daripada BBM untuk mengindikasi apakah ada kontaminan di dalam produk tersebut. Sejauh ini kita tidak menemukan indikasi hal tersebut," imbuh Ega.
Ega menyampaikan apresiasi terhadap aduan masyarakat terkait produk BBM, khususnya di Kota Surabaya dan sekitarnya. Dia memastikan perusahaan memberikan atensi serius agar tidak sampai menimbulkan keresahan dan kerugian kepada masyarakat.
Oleh karena itu, lanjut dia, Pertamina juga sudah membuka posko pengaduan untuk menangani keluhan konsumen mencarikan solusi kepada konsumen yang telah membeli BBM di SPBU Pertamina.
"Kami juga terbuka, dan saya yakin dari pihak aparat kepolisian juga melakukan hal yang sama, dan kami terus berkoordinasi untuk mencari dan mengetahui sebetulnya apa yang sebenarnya sedang terjadi," jelas Ega.
Dalam melakukan penyaluran BBM di SPBU, Ega menegaskan Pertamina memiliki dan melaksanakan Standar Operasional dan Prosedur (SOP) untuk memastikan agar BBM berkualitas baik, tidak tercampur air, dan tidak menimbulkan kerugian buat masyarakat.
"Kami dari perusahaan dari PT Pertamina Patra Niaga akan bersikap tegas kepada siapa pun pihak, baik internal maupun internal perusahaan baik internal maupun eksternal perusahaan melakukan hal-hal yang dapat merugikan image perusahaan," tegas Ega.
Petugas SPBU melakukan uji mutu bahan bakar minyak (BBM) saat Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar melakukan inspeksi mendadak (sidak) uji mutu BBM di Lumajang, Jawa Timur, Jumat (31/10/2025). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO
Saat ditanya terkait temuan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, dalam sidak di SPBU Pertamina Jalan Rajawali, Ega menyebutkan perusahaan masih perlu menginvestigasi lebih lanjut.
Saat itu, Armuji menemukan BBM jenis Pertalite diduga yang sudah terkontaminasi cairan. Dalam sidak yang dilakukan Kamis (30/10), Armuji menunjukkan sebuah botol plastik berisi Pertalite yang dari seorang pengendara, di mana terdapat dua zat cair berwarna hijau dan putih.
"Kalau yang terkait dengan Pak Wakil Wali Kota, saya tidak bisa komentar karena kami belum mengetahui sebenarnya produknya sendiri yang disampaikan itu seperti apa dan berasal dari mana," kata Ega.
Ega menegaskan, warna tidak menjadi standar spesifikasi BBM, sebab warna hijau hanya untuk membedakan jenis produk yang dijual Pertamina, dalam hal ini hijau adalah produk Pertalite.
"Dari Lemigas dan Pak Dirjen Migas sudah sudah mencontohkan sebetulnya waktu di Gresik, di Surabaya, dan di Malang bagaimana melakukan pengetesan langsung di lapangan tingkat kejernihan sebetulnya. Jadi warna hijau tua, hijau agak muda atau apa itu hanya sebagai indikasi jenis BBM-nya," tutur Ega
Tidak ada komentar:
Posting Komentar