Search This Blog

Tika Nurjanah Ajak Ortu Berani Bicara Seksualitas Anak: Diam Justru Berbahaya

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Tika Nurjanah Ajak Ortu Berani Bicara Seksualitas Anak: Diam Justru Berbahaya
Oct 18th 2025, 10:35 by BASRA (Berita Anak Surabaya)

Tika Nurjanah Ajak Ortu Berani Bicara Seksualitas Anak: Diam Justru Berbahaya

Jakarta, Di tengah maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, influencer parenting Tika Nurjanah muncul sebagai salah satu sosok yang vokal mengajak para orang tua untuk lebih terbuka membahas topik sensitif ini.

Melalui kampanye digital bertajuk "Lindungi Anak Sejak Dini", Tika aktif membagikan edukasi seputar perlindungan diri anak kepada lebih dari 105 ribu pengikutnya di Instagram (@tika.nurjanahh) serta ratusan ribu lainnya di TikTok lewat akun @gitiksfamily dan @tika.nurjanahh.

"Anak-anak harus tahu cara menjaga diri sendiri. Ini bukan hal tabu, tapi bentuk kasih sayang dari orang tua," ujar Tika saat ditemui di sela kegiatan digitalnya, Senin (7/10).

Dari Rasa Takut Jadi Gerakan Edukasi

Lahir di Cirebon, 9 Oktober 1991, Tika awalnya hanya membagikan keseharian sebagai ibu dua anak melalui konten parenting, cooking, dan travelling. Namun seiring banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak, ia merasa terpanggil untuk menyuarakan isu yang selama ini dianggap sensitif.

"Saya dulu juga sempat takut membicarakan ini. Tapi setelah belajar dari psikolog anak, saya sadar justru diam itu berbahaya," ungkap Tika dengan nada tegas.

Menurutnya, banyak orang tua yang masih bingung menjelaskan batas tubuh kepada anak, padahal edukasi sejak dini bisa mencegah risiko pelecehan di masa depan.

5 Tips Tika Nurjanah untuk Lindungi Anak dari Pelecehan Seksual

Tika kemudian merangkum lima langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua di rumah untuk melindungi anak dari ancaman kekerasan seksual sejak dini:

Tika Nurjanah Ajak Ortu Berani Bicara Seksualitas Anak: Diam Justru Berbahaya (1)

Ajarkan Anak Mengenal Bagian Tubuh Pribadi

"Gunakan bahasa lembut seperti 'bagian tubuh yang tertutup pakaian dalam adalah area pribadi'. Anak perlu tahu bahwa tidak semua orang boleh menyentuhnya," jelas Tika.

Ia menekankan pentingnya mengajarkan hal ini tanpa rasa takut atau malu agar anak tumbuh dengan pemahaman bahwa tubuh mereka berharga dan harus dihormati.

Bangun Kepercayaan dan Komunikasi Terbuka

Tika menilai hubungan yang hangat dengan anak adalah benteng utama dari segala bentuk kekerasan.

"Anak perlu tahu bahwa apapun yang terjadi, mereka bisa cerita tanpa dimarahi. Kita harus jadi tempat paling aman untuk mereka kembali," ujarnya.

Ia menyarankan rutinitas kecil seperti makan malam bersama atau bercerita sebelum tidur untuk memperkuat komunikasi.

Ajarkan Anak Mengenali Situasi Tidak Aman

"Kalau ada orang yang bilang, 'Jangan bilang siapa-siapa ya,' atau memberi hadiah aneh anak harus tahu itu sinyal bahaya," tegasnya.

Melalui permainan peran (role play), orang tua bisa melatih anak untuk menolak dan melapor ketika menghadapi situasi mencurigakan.

Awasi Aktivitas Digital Anak

Sebagai ibu sekaligus konten kreator, Tika sadar betul bahwa dunia digital juga bisa berbahaya. "Banyak pelaku mengincar anak lewat media sosial atau game online. Karena itu, pengawasan nggak boleh longgar," katanya.

Ia menyarankan penggunaan fitur parental control, namun menegaskan bahwa komunikasi jauh lebih penting daripada sekadar larangan.

Tika Nurjanah Ajak Ortu Berani Bicara Seksualitas Anak: Diam Justru Berbahaya (2)

Tanamkan Keberanian untuk Melapor

"Bilang pada anak, 'Mama dan Papa selalu percaya dan melindungimu.' Kalimat sederhana ini punya dampak besar," tutur Tika.

Menurutnya, anak yang terbiasa didengar sejak kecil akan tumbuh lebih berani dan sadar bahwa tubuh mereka berharga.

Kampanye #AnakBerani: Gerakan Positif dari Dunia Digital

Melalui kampanye #AnakBerani, Tika secara konsisten mengajak para orang tua muda untuk tidak canggung membicarakan topik perlindungan anak, baik di dunia nyata maupun digital. Ia kerap mengadakan sesi live edukatif tentang komunikasi keluarga, batas tubuh, hingga etika berinternet bagi anak-anak.

Baginya, menjadi influencer bukan sekadar berbagi gaya hidup, tapi juga soal tanggung jawab sosial.

"Kalau lewat satu konten saja bisa menyelamatkan satu anak dari pelecehan, itu sudah sangat berarti buat saya," ungkap Tika menutup percakapan.

Dengan semangat yang tulus, Tika Nurjanah terus membuktikan bahwa konten parenting bukan cuma soal resep masakan atau tips mengasuh anak, tapi juga ruang untuk menyuarakan isu penting demi tumbuh kembang anak yang lebih aman, kuat, dan berani.

Media files:
01k7tp0j1s6gzadr6w9vnzze8e.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar