Search This Blog

Ini Alasan Kenapa Sebaiknya Anak Tidak Tidur di Atas Jam 9 Malam

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ini Alasan Kenapa Sebaiknya Anak Tidak Tidur di Atas Jam 9 Malam
Oct 8th 2025, 13:47 by kumparanMOM

Ilustrasi anak tidur di lampu redup.  Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak tidur di lampu redup. Foto: Shutterstock

Seorang ibu dengan akun Instagram @mitami98_ membagikan video persiapan tidur bersama buah hatinya. Dalam unggahan tersebut, ia memperlihatkan rutinitas malam hari yang dijalani secara konsisten. Menurutnya, meskipun anak belum terlihat mengantuk, ia tetap membiasakan agar si kecil sudah tidur sebelum pukul 9 malam. Baginya, menjaga waktu tidur sejak dini adalah bagian penting dari pola hidup sehat anak.

Moms, menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, tidur berkualitas bukan hanya soal durasinya, tapi juga soal di jam berapa anak mulai tidur. Sebab, tidur tepat waktu punya peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Ia juga memaparkan beberapa alasan mengapa anak perlu tidur lebih awal, terutama sebelum jam 9 malam:

Ilustrasi anak tidur di lampu redup.  Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak tidur di lampu redup. Foto: Shutterstock

-Jam Biologis Tubuh (Circadian Rhythm)

Anak-anak memiliki ritme sirkadian alami yang mengatur kesiapan tubuh untuk beristirahat di malam hari. Pada malam hari, terutama antara jam 9 hingga 12 malam, hormon pertumbuhan (growth hormone) paling banyak diproduksi saat anak sedang tidur lelap.

"Kalau anak tidur terlalu larut, kesempatan emas ini bisa berkurang," ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM, Rabu (1/10).

-Kebutuhan Tidur Sesuai Usia

Anak usia sekolah membutuhkan waktu tidur sekitar 9–11 jam setiap malam. Jika mereka tidur terlalu malam, sementara harus bangun pagi untuk sekolah, durasi tidurnya jadi kurang dan berdampak negatif pada kesehatannya.

-Konsentrasi dan Emosi Lebih Baik

Ilustrasi anak tidur. Foto: suriyachan/Shutterstock
Ilustrasi anak tidur. Foto: suriyachan/Shutterstock

Cukup tidur membantu anak lebih mudah fokus, tidak mudah rewel, tantrum, atau cepat marah. Tidur yang cukup juga mendukung kestabilan emosi anak sehari-hari.

Dampak Jika Anak Sering Tidur Larut Malam

Jika anak kerap tidur larut malam dan mengalami kurang tidur secara terus-menerus, berikut beberapa dampak yang mungkin terjadi:

1. Kelelahan dan Kesulitan Fokus

Anak mudah merasa capek, lesu, dan sulit berkonsentrasi saat belajar.

"Kalau kurang tidur kronis, prestasi belajar bisa ikutan turun," imbuhnya.

2. Gangguan Hormon Pertumbuhan

Ilustrasi anak susah tidur Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak susah tidur Foto: Shutterstock

Kurang tidur mengurangi fase tidur nyenyak (deep sleep) yang penting bagi produksi hormon pertumbuhan, sehingga bisa menghambat perkembangan anak.

3. Mood yang Tidak Stabil

Anak bisa menjadi lebih mudah rewel, tantrum, bahkan menunjukkan perilaku seperti hiperaktif atau ADHD jika tidur sering kurang.

"Untuk pangka panjang, pola tidur yang jelek sejak kecil bisa kebawa sampai dewasa. Yakni risiko obesitas, gampang sakit karena imun turun, dan gangguan metabolisme," tegas dr. Aisya.

Media files:
01jtg36vrpe23zkjenth00j19v.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar