Ilustrasi anak tidur di lampu redup. Foto: Shutterstock
Seorang ibu dengan akun Instagram @mitami98_ membagikan video persiapan tidur bersama buah hatinya. Dalam unggahan tersebut, ia memperlihatkan rutinitas malam hari yang dijalani secara konsisten. Menurutnya, meskipun anak belum terlihat mengantuk, ia tetap membiasakan agar si kecil sudah tidur sebelum pukul 9 malam. Baginya, menjaga waktu tidur sejak dini adalah bagian penting dari pola hidup sehat anak.
Moms, menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, tidur berkualitas bukan hanya soal durasinya, tapi juga soal di jam berapa anak mulai tidur. Sebab, tidur tepat waktu punya peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Ia juga memaparkan beberapa alasan mengapa anak perlu tidur lebih awal, terutama sebelum jam 9 malam:
Ilustrasi anak tidur di lampu redup. Foto: Shutterstock
-Jam Biologis Tubuh (Circadian Rhythm)
Anak-anak memiliki ritme sirkadian alami yang mengatur kesiapan tubuh untuk beristirahat di malam hari. Pada malam hari, terutama antara jam 9 hingga 12 malam, hormon pertumbuhan (growth hormone) paling banyak diproduksi saat anak sedang tidur lelap.
"Kalau anak tidur terlalu larut, kesempatan emas ini bisa berkurang," ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM, Rabu (1/10).
-Kebutuhan Tidur Sesuai Usia
Anak usia sekolah membutuhkan waktu tidur sekitar 9–11 jam setiap malam. Jika mereka tidur terlalu malam, sementara harus bangun pagi untuk sekolah, durasi tidurnya jadi kurang dan berdampak negatif pada kesehatannya.
-Konsentrasi dan Emosi Lebih Baik
Ilustrasi anak tidur. Foto: suriyachan/Shutterstock
Cukup tidur membantu anak lebih mudah fokus, tidak mudah rewel, tantrum, atau cepat marah. Tidur yang cukup juga mendukung kestabilan emosi anak sehari-hari.
Dampak Jika Anak Sering Tidur Larut Malam
Jika anak kerap tidur larut malam dan mengalami kurang tidur secara terus-menerus, berikut beberapa dampak yang mungkin terjadi:
1. Kelelahan dan Kesulitan Fokus
Anak mudah merasa capek, lesu, dan sulit berkonsentrasi saat belajar.
"Kalau kurang tidur kronis, prestasi belajar bisa ikutan turun," imbuhnya.
2. Gangguan Hormon Pertumbuhan
Ilustrasi anak susah tidur Foto: Shutterstock
Kurang tidur mengurangi fase tidur nyenyak (deep sleep) yang penting bagi produksi hormon pertumbuhan, sehingga bisa menghambat perkembangan anak.
3. Mood yang Tidak Stabil
Anak bisa menjadi lebih mudah rewel, tantrum, bahkan menunjukkan perilaku seperti hiperaktif atau ADHD jika tidur sering kurang.
"Untuk pangka panjang, pola tidur yang jelek sejak kecil bisa kebawa sampai dewasa. Yakni risiko obesitas, gampang sakit karena imun turun, dan gangguan metabolisme," tegas dr. Aisya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar