Ilustrasi Produksi Minyak Mentah Brent. Foto: Scott Heppel/AFP
Harga minyak dunia ditutup beragam dan cenderung stabil pada penutupan perdagangan Selasa (7/10). Hal ini karena investor mempertimbangkan peningkatan produksi OPEC+ yang lebih kecil dari perkiraan.
Dikutip dari Reuters, Rabu (8/10) harga minyak mentah Brent turun 2 sen atau 0,03 persen menjadi USD 65,45 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 4 sen atau 0,06 persen menjadi USD 61,73.
Harga minyak pada kedua kontrak tersebut ditutup naik lebih dari 1 persen pada sesi sebelumnya setelah OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan produksi minyak kolektif sebesar 137.000 barel per hari pada bulan November.
Langkah OPEC+ tersebut dinilai bertentangan dengan ekspektasi pasar untuk peningkatan yang lebih agresif. Hal ini juga menjadi tanda bahwa OPEC+ tersebut tetap berhati-hati dalam memprediksi surplus pasokan minyak global pada kuartal keempat dan tahun depan.
Analis StoneX, Alex Hodes juga menilai sentimen pasar masih lesu, terutama setelah Arab Saudi memutuskan untuk mempertahankan harga jual resmi minyak mentahnya ke Asia.
CPO
Dikutip dari laman resmi Barchart, harga CPO untuk kontrak Desember mengalami kenaikan sebesar 0,47 persen. Dengan begitu, harga CPO berada di level MYR 4.491 per ton.
Batu Bara
Selain itu untuk batu bara, harga batu bara berjangka Newcastle justru mengalami penurunan. Berdasarkan data dari Barchart, harga batu bara untuk kontrak November turun 0,70 persen ke level USD 106,40 per ton.
Nikel
Sementara itu, harga nikel justru mengalami penguatan. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, harga nikel naik 0,05 persen ke level USD 15.489 per ton.
Timah
Harga timah mengalami penurunan sebesar 0,70 persen. Berdasarkan data dari London Metal Exchange, saat ini harga timah ada pada level USD 36.540 per ton.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar