Aktivis asal Swedia Greta Thunberg berpelukan bersama seorang peserta lainnya saat tiba di Bandara Internasional Eleftherios Venizelos Athena, di Athena, Yunani, Senin (6/10/2025). Foto: Louisa Gouliamaki/REUTERSSetibanya di Yunani, tampak Ia mengenakan kaus berwarna putih dengan jaket abu-abu sembari menggenggam bendera Palestina. Foto: Louisa Gouliamaki/REUTERSSebelumnya Greta bersama 160 aktivis lainnya dideportasi oleh Israel karena dituduh telah memasuki perairannya secara ilegal. Foto: Louisa Gouliamaki/REUTERSDikutip dari AFP, Greta menyebut Global Sumud Flotilla merupakan upaya terbesar yang pernah ada untuk mematahkan pengepungan ilegal dan tidak manusiawi yang dilakukan Israel melalui laut. Foto: Louisa Gouliamaki/REUTERSFoto: Louisa Gouliamaki/REUTERS
Aktivis asal Swedia Greta Thunberg berpelukan bersama seorang peserta lainnya saat tiba di Bandara Internasional Eleftherios Venizelos Athena, di Athena, Yunani, Senin (6/10/2025).
Setibanya di Yunani, tampak Ia mengenakan kaus berwarna putih dengan jaket abu-abu sembari menggenggam bendera Palestina.
Sebelumnya, Greta bersama 160 aktivis lainnya dideportasi oleh Israel karena dituduh telah memasuki perairannya secara ilegal.
Dikutip dari AFP, Greta menyebut Global Sumud Flotilla merupakan upaya terbesar yang pernah ada untuk mematahkan pengepungan ilegal dan tidak manusiawi yang dilakukan Israel melalui laut.
Aktivis Swedia Greta Thunberg memberi isyarat saat tiba di Bandara Internasional Eleftherios Venizelos Athena, di Athena, Yunani, Senin (6/10/2025). Foto: Louisa Gouliamaki/REUTERS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar