Sejumlah pengendara melintasi genangan air usai hujan deras di depan Pasar Cipulir, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi banjir yang kerap terjadi pada musim hujan.
Pramono mengatakan, telah melakukan pengerukan sungai selama dua hingga tiga bulan terakhir, serta menyiapkan pompa air. "Sekarang ini sudah hampir 2-3 bulan ini kami melakukan pengerukan terus-menerus. Dan juga penyiapan pompa," kata dia.
Ia juga menyebut, sekitar 600 pompa stasioner telah dipasang di berbagai titik di Jakarta. Selain itu, pemerintah juga memiliki pompa bergerak untuk menangani genangan yang terjadi di lokasi lain.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sambutan saat pada Opening Ceremony Jakarta Economic Forum (JEF) Tahun 2025 dan Launching ACT JEF 2025 di kompleks Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (25/10/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
Mantan Seskab ini merincikan klasifikasi banjir yang ada di Jakarta menjadi tiga. Ia menjelaskan, jenis pertama adalah banjir lokal, yang terjadi karena aliran sungai tersumbat akibat sampah.
Jenis kedua adalah banjir kiriman dari wilayah lain. "Kiriman tanpa menyalahkan siapa pun karena ini memang keadaan alam," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
Sedangkan jenis ketiga adalah banjir rob, yang terjadi ketika air pasang bersamaan dengan hujan dan banjir kiriman. "Itu paling berat. Itu lah yang perlu penanganan yang ekstra hati-hati," kata Pramono.
Pramono menambahkan, saat ini penanganan banjir di Jakarta berjalan tak lebih dari 6 jam.
"Alhamdulilah di Jakarta sekarang ini kalau ada yang seperti itu mudah-mudahan nggak lebih dari 3-6 jam sudah bisa disalurkan," ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar