Penyerahan jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya kepada keluarganya, 8 Oktober 2025. Foto: Dok. Polres Jembrana
Satu orang korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025 lalu ditemukan. Jasad korban ditemukan di pesisir Pantai Lingkungan Penginuman, Kabupaten Jembrana, Bali pada Senin (6/10).
Identitas korban adalah Mukhamad Syakur (laki-laki, 37 tahun) asal Desa Krapyakrejo, Kecamatan Gading Rejo, Pasuruan, Jawa Timur.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan, pihaknya memastikan korban adalah Mukhamad Syakur setelah dilakukan proses identifikasi di rumah sakit.
Identifikasi dilakukan dengan pemeriksaan sidik jari dan pencocokan data antemortem serta postmortem menunjukkan kecocokan penuh dengan identitas korban.
"Berdasarkan hasil identifikasi ilmiah dari Tim DVI Polda Bali, jenazah yang ditemukan di Pantai Gilimanuk pada Senin kemarin teridentifikasi sebagai Mukhamad Syakur, salah satu korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya pada 2 Juli 2025," kata Citra saat dikonfirmasi, Rabu (8/10).
Kapal Basarnas melintas membawa penyelam di Selat Bali Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (8/7/2025). Foto: Budi Chandra Setya/ANTARA FOTO
Uang Tunai Rp 1,4 Juta Utuh
Citra mengatakan polisi telah menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga pada Selasa (7/10) sore.
Polisi turut menyerahkan barang-barang pribadi milik korban, di antaranya uang tunai Rp 1.410.000, satu unit ponsel, dua kartu ATM, kunci dan STNK sepeda motor, KTP, SIM, serta tas pinggang berwarna hitam.
"Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Polres Jembrana bersama Tim DVI Polda Bali berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, memastikan proses identifikasi dan penyerahan jenazah berjalan transparan serta menghormati hak keluarga," katanya.
15 Orang Masih Hilang
Hasil pencitraan bawah laut menggunakan Multibeam Echosounder (MBES) dan Side Scan Sonar penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, saat di Banyuwangi, Minggu (13/7/2025). Foto: kumparan
Sebelumnya diberitakan, tercatat ada 65 orang penumpang, 12 orang kru kapal, dan 22 unit kendaraan dalam manifes dalam KMP Tunu Pratama Jaya. Data manifes ini sebenarnya masih simpang siur.
Pada saat Basarnas menghentikan operasi pencarian korban pada Senin, 22 Juli, dari 65 itu, total 49 korban ditemukan. Sebanyak 30 orang selamat, sementara 19 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 16 orang hilang.
Dengan ditemukannya Mukhamad Syakur, berarti saat ini masih ada 15 korban hilang dalam insiden ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar