Kepadatan lalu lintas di Jalan TB Simatupang, tepatnya di dekat galian setelah Cibis Park, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Pemprov DKI Jakarta masih melakukan sejumlah langkah dalam mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan TB Simatupang imbas proyek Pengolahan Air Limbah (PAL). Salah satu upayanya adalah dengan mengalihkan kendaraan melalui Tol JORR (Jakarta Outer Ring Road).
"Jadi untuk TB Simatupang, alhamdulillah kami sudah mendapatkan persetujuan, izin dari Kementerian PU untuk melakukan, mengalihkan arus termasuk nanti pengaturan di dalam jalan tol," kata Gubernur Jakarta, Pramono Anung, di Gereja Katolik Kalvari, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (14/9).
Selain itu, Pramono menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PAM Jaya, Paljaya, Dinas Sumber Daya Air, hingga Dinas Bina Marga untuk segera menyelesaikan proyek galiannya.
"Semuanya saya minta paling lama akhir Oktober sudah selesai semua. Sehingga dengan demikian, kalau ini sudah selesai, maka ini akan bisa menyelesaikan persoalan kemacetan yang betul-betul terjadi di Simatupang," jelas Pramono.
Sementara itu, Kadishub Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan pihaknya akan melakukan uji coba dengan membuka Gerbang Tol Fatmawati 2 dalam rangka mengurangi kemacetan di TB Simatupang. Semua kendaraan yang lewat gerbang tol itu akan digratiskan.
"Masyarakat dari Jalan Fatmawati yang akan menuju Lebak Bulus, selain menggunakan jalan eksisting, dapat juga menggunakan tambahan satu lajur paling kiri dari gerbang tol Fatmawati 2 dan tanpa dipungut biaya," jelas Syafrin lewat keterangannya.
"Pengelola jalan tol bersedia membuka satu lajur di gerbang tol tersebut untuk kanalisasi lalu lintas dari arah Fatmawati menuju off ramp Lebak Bulus," tambah dia.
Syafrin memastikan, kebijakan ini hanya berlaku untuk mobil pribadi. Uji coba akan dilaksanakan pada Senin-Jumat, 15-19 September 2025, pukul 17.00-20.00 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar