Ilustrasi Snack Aman dan Bergizi bagi Anak. Foto: Dok. Shutterstock.
Moms, siapa yang anaknya suka ngemil? Hampir semua anak pasti suka snack, terutama snack dengan rasa enak dan lezat, bentuk yang lucu, dan warna yang menarik.
Namun, dibalik keseruan ngemil, Anda perlu tahu bahwa snack punya peran penting dalam pola makan harian anak. Jika dipilih dengan tepat, snack bisa jadi sumber energi tambahan sekaligus melengkapi kebutuhan gizi si kecil.
Tapi, sebagai orang tua, kita perlu lebih waspada. Tidak semua snack yang beredar di pasaran aman untuk dikonsumsi sehari-hari. Banyak produk yang ternyata mengandung gula tambahan tinggi dan pewarna buatan. Kalau dibiarkan, tentu bisa berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang anak.
Menurut World Health Organization (WHO) dan American Heart Association (AHA), konsumsi gula tambahan sebaiknya dibatasi—idealnya kurang dari 10 persen dari total energi harian, yang setara dengan maksimal 25 gram per hari, atau sekitar 6 sendok teh untuk anak usia 2–18 tahun. Batasan ini dibuat bukan tanpa alasan, Moms.
Konsumsi gula berlebih pada anak dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan kesehatan gigi. Selain itu, asupan gula yang tinggi juga bisa membuat anak cepat merasa kenyang, sehingga enggan mengkonsumsi makanan utama yang lebih bergizi.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merekomendasikan jumlah konsumsi gula tambahan—tidak melebihi 10 persen total energi, dan untuk anak usia sekolah, batas maksimum adalah sekitar 2–3 sendok makan per hari (30–45 gram gula). Data ini menunjukkan pentingnya memilih snack untuk si kecil dengan lebih selektif, Moms.
3 Kriteria Snack Aman untuk Anak
Memilih snack yang tepat seringkali membuat bingung ya, Moms. Nah, biar tidak bingung, berikut tiga kriteria snack sehat yang bisa jadi panduan:
Aman Kandungannya
Moms, hal pertama yang perlu diperhatikan saat memilih snack adalah komposisinya. Pastikan snack yang diberikan kepada anak adalah yang aman untuk dikonsumsi.
Anda bisa mulai membiasakan diri untuk selalu mengecek daftar komposisi pada kemasan sebelum membeli. Snack dengan daftar bahan yang lebih singkat dan jelas biasanya lebih aman karena minim zat tambahan buatan.
Hindari produk dengan daftar bahan tambahan yang terlalu panjang atau sulit dikenali, karena umumnya mengandung zat aditif seperti pewarna, pemanis, atau pengawet buatan. Menurut Jurnal Adpertisi, konsumsi aditif buatan yang berlebihan dapat memicu risiko obesitas, resistensi insulin, hingga gangguan metabolisme pada anak.
Tidak hanya itu, konsumsi bahan tambahan buatan dalam jangka panjang juga bisa mempengaruhi pola makan anak. Anak cenderung terbiasa dengan rasa yang terlalu manis atau terlalu kuat, sehingga sulit menerima makanan alami dengan rasa yang lebih ringan. Kondisi ini bisa membuat si kecil lebih pilih-pilih makanan dan menolak asupan sehat seperti buah atau sayuran.
Oleh sebab itu, pilih snack yang menggunakan bahan alami dan sederhana, misalnya pemanis dari buah asli atau pewarna alami dari sayuran. Dengan begitu, si kecil tetap bisa menikmati snack enak tanpa rasa khawatir.
Mengandung Nutrisi Bermanfaat
Snack yang baik tidak hanya mengenyangkan, tapi juga memberikan nilai gizi tambahan untuk tumbuh kembang anak. Anda bisa memilih snack yang kaya akan vitamin, mineral, protein, atau serat.
Selain itu, snack yang bernutrisi juga bisa menjadi penyeimbang di antara waktu makan utama, sehingga anak tidak mudah lapar dan tetap fokus sepanjang hari. Dengan menjadikan nutrisi sebagai salah satu kriteria utama, Anda bisa memastikan snack bukan hanya pemanis mulut, tapi juga bagian dari pola makan sehat.
Disukai Anak
Anda tentu tahu, memberikan snack sehat saja tidak cukup kalau anak enggan memakannya. Karena itu, pilihlah snack yang tidak hanya aman dan bergizi, tetapi juga memiliki rasa enak serta tampilan menarik.
Faktor visual ini sering kali sama pentingnya dengan rasa, karena bisa meningkatkan minat anak untuk mencoba. Anda bisa memanfaatkan hal ini dengan memberikan snack sehat yang dikemas fun, sehingga anak tetap merasa senang sekaligus mendapatkan asupan yang bermanfaat.
Tekstur yang unik, rasa yang manis alami, atau bentuk yang lucu biasanya lebih mudah diterima si kecil. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot membujuk anak untuk makan snack sehat. Ingat, ketika anak merasa happy dengan snack yang dikonsumsi, kebiasaan ngemil sehat akan lebih mudah terbentuk sejak dini.
Kenapa Harus Baca Label, Moms?
Membaca label kemasan adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga asupan anak. Dari label, kita bisa mengetahui informasi nilai gizi seperti jumlah gula, lemak, kalori, hingga adanya bahan tambahan seperti pengawet atau pewarna.
Pastikan snack tidak mengandung bahan berbahaya dan sesuai kebutuhan gizi harian anak. Membiasakan membaca label sejak dini juga akan membantu anak belajar pentingnya memilih makanan sehat.
Nah, jika Anda sedang mencari snack yang aman sekaligus disukai anak, MyJelly bisa jadi pilihan yang tepat. Produk ini memiliki keunggulan yaitu tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan, dan dibuat menggunakan 100% gula asli.
MyJelly Snack Beneran tanpa Bahan Pengawet. Foto: Dok. Istimewa.
Selain itu, MyJelly hadir dengan tekstur kenyal dengan rasa buah dan bentuk bintang yang menarik. Cocok untuk dijadikan bekal sekolah atau snack harian di rumah. Jadi, Anda tidak perlu khawatir soal kandungan di dalamnya, karena sudah memenuhi kriteria snack yang aman untuk anak.
Dengan memilih snack yang aman, bergizi, dan tetap enak, Anda bisa mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Yuk, mulai sekarang lebih bijak memilih snack untuk anak, Moms!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar