Presiden AS Donald Trump (kanan) mengacungkan jempol saat menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih di Washington, DC, AS, Senin (29/9/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
Proposal perdamaian Gaza yang diusulkan Presiden AS Donald Trump mendapat dukungan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Hal ini disampaikan Netanyahu saat konferensi pers bersama di Gedung Putih pada Senin (29/9) waktu setempat.
"Saya mendukung proposal Anda untuk mengakhiri perang di Gaza yang mencapai tujuan perang kami," kata Netanyahu, dikutip dari AFP, Selasa (30/9).
"Jika Hamas menolak proposal Anda, Pak Presiden, atau jika mereka seharusnya menerimanya dan kemudian melakukan segalanya untuk melawan, maka Israel akan menyelesaikan tugasnya sendiri," lanjut Netanyahu.
Dalam proposal perdamaian yang diusulkan Trump, yang juga telah didukung oleh negara-negara mayoritas Islam dan Arab yaitu Mesir, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Pakistan, dan Indonesia, menekankan gencatan senjata segera, pembebasan sandera oleh Hamas dalam 72 jam, pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza, hingga otoritas transisi pascaperang yang akan dipimpin sendiri oleh Trump.
Proposal ini juga didukung negara-negara Barat yang telah menyatakan pengakuan terhadap Palestina: Prancis, Inggris, Jerman, Italia, hingga Uni Eropa.
Warga Palestina yang mengungsi dari Gaza utara akibat operasi militer Israel, bergerak ke selatan setelah pasukan Israel memerintahkan penduduk Kota Gaza untuk mengungsi ke selatan, di Jalur Gaza tengah, Sabtu (20/9/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS
Trump memberikan dukungan penuh kepada Israel yang akan "menyelesaikan tugasnya sendiri" jika Hamas tidak menerima proposal itu. Trump juga menekankan bahwa perdamaian di Timur Tengah sudah sangat dekat, dan menyatakan pengumuman proposal itu sebagai salah satu hari terbesar dalam peradaban.
Meski Trump juga memuji Netanyahu sebagai seorang pejuang, namun dia cukup frustrasi dengan Netanyahu. Khususnya saat Israel menyerang Qatar dengan target pejabat tinggi Hamas di sana. Tak hanya itu, Trump juga telah menegaskan menentang aneksasi Tepi Barat.
Selama pertemuan di Gedung Putih, Trump mengatur agar Netanyahu menelepon Perdana Menteri Qatar dari Oval Office untuk menyampaikan penyesalan mendalam atas serangan itu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi.
Salah satu poin penting dalam proposal Trump adalah penempatan pasukan stabilisasi internasional sementara, dan pembentukan otoritas transisi yang dipimpin olehnya dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Tony Blair masih menjadi sosok kontroversial di Timur Tengah karena perannya dalam perang Irak 2003. Tony Blair pun mendukung proposal Trump yang dinilainya berani dan cerdas.
Serangan Israel di Gaza yang berlangsung selama 2 tahun ini dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.219 orang. Sementara serangan Israel di Gaza telah menewaskan 66.055 warga Palestina, yang sebagian besar merupakan warga sipil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar