Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Kantor BPKP, Jakarta Timur pada Selasa (5/8/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Pemerintah telah menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp 130 triliun untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) khususnya di perumahan, dengan target 350 ribu rumah subsidi yang bisa terbangun untuk masyarakat di tahun 2025.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa ekosistem KUR perumahan terbentuk dari sisi supply dan demand.
"Ekosistem (KUR perumahan) itu kan dari supply dan demand. Supply-nya itu developer, kontraktor, sama toko bangunan. Demand-nya tadi ya, sebagaimana UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)," kata pria yang akrab disapa Ara dalam acara sosialisasi KUR di Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/9).
Ara mengatakan, bunga pinjaman yang diberikan sebesar 6 persen dengan anggaran total Rp 130 triliun yang telah disiapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Saya berharap (anggaran) itu bisa terserap secara maksimal, terutama di Jawa Barat," sebut Ara.
Ara menyampaikan bahwa terdapat 627 kecamatan dari seluruh Jawa Barat yang telah mengikuti sosialisasi terkait KUR perumahan pada Kamis (18/9). Ribuan developer, kontraktor, pihak toko bangunan, serta UMKM juga turut hadir.
"Saya sudah datang ke banyak pertemuan, ini yang terbesar. Jadi terjadi komunikasi yang produktif (terkait KUR perumahan)," tutur Ara.
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah subsidi di Kecamatan Puuwatu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/6/2025). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari menyatakan bahwa KUR perumahan merupakan salah satu bentuk penyelesaian berbagai masalah kesenjangan yang ada di Tanah Air.
"Kalau di tempat ini dengan pak Ara, dengan Pemprov, mengatasi masalah kesenjangan perumahan. Dipermudah untuk memiliki rumah maupun memperbaiki tempat usaha," kata Qodari.
Qodari menjelaskan bahwa ekosistem tersebut diciptakan agar fasilitas yang tersedia semakin banyak. Menurutnya, dengan adanya program KUR perumahan, masyarakat dapat melihat adanya langkah konkret untuk mengatasi persoalan kesenjangan.
"Karena nanti KSP itu menampung semua permasalahan, dikaji selengkap-lengkapnya, lalu kemudian baru disampaikan kerjaannya kepada Presiden," ucap Qodari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar