Search This Blog

Kebiasaan Mengisap Jempol pada Balita, Ternyata Tak Selamanya Buruk, Moms

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kebiasaan Mengisap Jempol pada Balita, Ternyata Tak Selamanya Buruk, Moms
Sep 28th 2025, 13:00 by kumparanMOM

Anak mengisap jempol. Foto: Shutter Stock
Anak mengisap jempol. Foto: Shutter Stock

Sebagian besar orang tua mungkin menganggap mengisap jempol adalah kebiasaan anak balita yang buruk. Kebiasaan ini hampir mirip dengan ngempeng, bedanya anak menyedot jempolnya sendiri.

Mengutip laman Parenting, mengisap jari sebenarnya hal yang wajar dilakukan bayi. Sebab sejak dalam kandungan bayi memang memiliki keinginan mengisap yang besar dan secara alami menggunakan jempol atau jari mereka untuk memenuhi keinginan itu.

Nah, kebiasaan ini bisa saja tetap dilakukan oleh anak hingga usia balita. Di sinilah biasanya orang tua mulai merasa khawatir dan berusaha menghentikannya. Padahal ternyata, kebiasaan ini tak selamanya buruk, Moms.

Menurut penelitian yang dilakukan University of Otago, Selandia Baru, anak-anak yang suka mengisap jempolnya berisiko lebih kecil mengalami alergi saat remaja dan dewasa. Wah, kok bisa?

Penelitian: Kebiasaan Mengisap Jempol Bisa Turunkan Risiko Alergi pada Balita

Peneliti menguji 13 alergen saat mereka mencapai usia 13 dan 32 tahun. Hasilnya, subjek yang dulunya suka mengisap jempol dan menggigit kuku saat usia 5,7,9, dan 11 tahun punya prevalensi lebih rendah mengalami sensitisasi atau gejala alergi.

Dilansir Practical Parenting, menurut Profesor Malcolm Sears, penelitian itu sesuai dengan "teori higienitas" yang menyatakan bahwa anak-anak sejak bayi memang harus terekspos pada kuman dan bakteri demi memperkuat sistem imunnya.

Biarkan bayi mengisap jari atau jempolnya Foto: Shutterstock
Biarkan bayi mengisap jari atau jempolnya Foto: Shutterstock

Setelah lahir, tubuh bayi mulai belajar mengenali antigen yang mungkin menyebabkan infeksi. Jika lingkungannya "terlalu bersih", diduga sistem imun bayi akan kurang sempurna dan bereaksi buruk saat terinfeksi bakteri ketika dewasa.

Tapi, Tetap Tak Dianjurkan Ahli!

Umumnya kebiasaan mengisap jempol ini akan hilang di usia 4 tahun. Pada usia lima tahun atau lebih, jika kebiasaan memasukkan jari ke mulut berlanjut, maka orang tua perlu tahu penyebabnya dan mencari solusi untuk mengatasinya.

Meski tak mengganggu kesehatan mulut bayi dan balita, bukan berarti kebiasaan mengisap jempol dianjurkan oleh ahli kesehatan Moms. Ketika anak mulai tumbuh gigi permanen, yakni sekitar usia 5-6 tahun, kebiasaan itu harus dikurangi. Karena bila tidak, kebiasaan mengisap jempol bisa memengaruhi pertumbuhan gigi anak antara lain menyebabkan gigi tonggos.

Media files:
pcbxddxcnughkbbwr70f.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar