Search This Blog

Kata Mendikdasmen soal Pemkot Solo Jadikan Roblox Ekskul SMP

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kata Mendikdasmen soal Pemkot Solo Jadikan Roblox Ekskul SMP
Sep 21st 2025, 11:20 by kumparanNEWS

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mendengarkan pandangan fraksi saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mendengarkan pandangan fraksi saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah, membuka ekstrakurikuler (ekskul) gim Roblox bagi siswa SMP. Program yang digelar di Solo Technopark ini ditujukan sebagai media edukasi berbasis teknologi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menilai penggunaan gim dalam pembelajaran masih menimbulkan pro dan kontra.

"Ini kan memang perdebatan dalam dunia akademik yang memang masih berjalan sampai sekarang ya. Soal game itu kan sudah jadi kajian klasik dalam dunia pendidikan ada yang pro, ada yang kontra," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/9).

Mu'ti menekankan, teknologi modern bisa dimanfaatkan sepanjang mendukung proses pembelajaran.

"Tetapi kalau saya prinsipnya begini, berbagai media terutama yang menggunakan teknologi maju, teknologi modern itu bisa jadi kita pergunakan, sepanjang dia mendukung pembelajaran," kata Mu'ti.

"Kalau dia tidak mendukung pembelajaran, ya kenapa harus memaksakan diri. Karena tidak berarti pembelajaran dengan media yang modern itu tepat untuk semua mata pelajaran," lanjutnya.

Pelajar memainkan gim daring roblox pada kegiatan ekstrakurikuler Edublox di Solo Technopark, Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/9/2025). Foto: Mohammad Ayudha/ANTARA FOTO
Pelajar memainkan gim daring roblox pada kegiatan ekstrakurikuler Edublox di Solo Technopark, Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/9/2025). Foto: Mohammad Ayudha/ANTARA FOTO

Ia menjelaskan, pembelajaran melalui gim bisa memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Namun di sisi lain, gim berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti kecanduan gim.

"Sehingga karena itu maka soal game ini kan memang bisa kita lihat dari sisi misalnya kalau pembelajaran dengan game, mungkin dia lebih menyenangkan. Tapi ada sisi lain yang sekarang juga banyak ditemukan, itu kan menimbulkan namanya ketagihan game ya atau game addicted itu malah justru menimbulkan gangguan mental yang serius," jelas Mu'ti.

"Gangguan mental yang itu ya sampai sekarang masih menjadi persoalan di banyak negara termasuk di negara kita," tambah dia.

Selain masalah kecanduan, penggunaan gim juga dinilai dapat mengganggu konsentrasi anak.

"Nah problem lain juga adalah ketagihan game itu dapat mengganggu konsentrasi atau fokus. Jadi sekarang banyak riset menyebutkan attention spend atau kemampuan anak-anak kita berkonsentrasi itu sangat pendek. Karena di antaranya adalah sebagiannya karena terbiasa dengan main game itu," kata Abdul Mu'ti.

Ia mengingatkan, efek bermain gim kerap terbawa ke luar aktivitas bermain itu sendiri.

"Sehingga kadang-kadang mohon maaf, kalau orang main game itu kan seringkali penasaran, sehingga walaupun main gamenya sudah selesai itu sering kali masih kebawa-bawa dan kadang-kadang yang dilakukan di kelas itu mungkin di rumah dilakukan lagi, yang dilakukan di rumah itu mungkin masih punya impact di sekolah," ujarnya.

Pelajar memainkan gim daring roblox pada kegiatan ekstrakurikuler Edublox di Solo Technopark, Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/9/2025). Foto: Mohammad Ayudha/ANTARA FOTO
Pelajar memainkan gim daring roblox pada kegiatan ekstrakurikuler Edublox di Solo Technopark, Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/9/2025). Foto: Mohammad Ayudha/ANTARA FOTO

Karena itu, Mu'ti menyerahkan kebijakan soal penggunaan gim sebagai media belajar kepada pemerintah daerah, dengan mempertimbangkan manfaat dan dampaknya.

"Karena itu soal ini ya silakan lah itu kebijakan dari pemerintah kota Solo dan juga sudah ada dari Bu Menkomdigi (Meutya Hafid) soal bagaimana game itu digunakan. Jadi kalau saya bukan soal game-nya jenis apa tetapi bagaimana manfaat dari game itu untuk kepentingan pendidikan," jelas Mu'ti.

"Karena kalau saya punya prinsip begini, kalau suatu media itu lebih banyak manfaatnya ya silakan dipakai. Tapi kalau lebih banyak mudaratnya, lebih banyak dampak negatifnya ya kenapa harus memaksakan diri dengan menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran," tutupnya.

Media files:
01k5d5z4c84x80dxhksjhanbxx.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar