Proses perakitan mobil Great Wall Motor Haval Jolion di pabrik Inchcape, Wanaherang, Bogor, Rabu (9/10). Foto: dok. Inchcape Indonesia
Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor atau GIAMM menyambut baik keputusan pemerintah untuk tidak melanjutkan insentif impor mobil listrik secara utuh atau Completely Built Up (CBU) mulai tahun depan.
Ketua Umum GIAMM, Hamdhani Dzulkarnaen Salim berpendapat langkah tersebut membuka pintu lebih lebar kepada pelaku industri komponen otomotif dalam negeri untuk menjaga keberlangsungan aktivitas bisnisnya.
"Tentunya, kami menganggap bahwa kebijakan dari pemerintah itu akan menjadi peluang bagi kami," buka Hamdhani di Jakarta pekan ini.
Kendati demikian, dirinya mengimbau kepada para pelaku industri komponen lokal tidak terlena. Sebab peta perkembangan industri otomotif saat ini dinilai telah berubah lebih cepat dan dibutuhkan adaptasi, utamanya kendaraan elektrifikasi seperti mobil listrik.
Pekerja merakit kerangka mobil BMW di Pabrik Perakitan BMW di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
"Jadi, kami juga mendorong ratusan anggota kami bagaimana untuk bisa meningkatkan kemampuan dan teknologi kami untuk bisa catch up dengan perkembangan teknologi elektrifikasi di dalam industri otomotif," tambah Hamdhani.
Sejauh ini, asosiasi telah menaungi sekitar 250 perusahaan komponen berdasarkan tingkat dan skala produksi. Mulai dari yang melibatkan sedikit sumber daya manusia hingga kelas semi padat karya, terbagi dalam Tier 1, Tier 2, dan Tier 3.
"Tentunya banyak sebenarnya ide atau upaya yang sedang atau akan kami sampaikan ke pihak pemerintah. Juga kami bersama dengan Gaikindo misalnya, kalau mereka bergerak ke arah positif maka kami pun juga begitu," papar Hamdhani.
Hamdhani juga berharap adanya stimulus untuk mendukung pertumbuhan bisnis industri komponen otomotif hasil karya dalam negeri. Tidak hanya untuk pemenuhan pasar domestik, namun juga tembus ke pasar global.
"Semuanya itu dalam bentuk subsidi ataupun keringanan pajak dan sebagainya. Tentunya terlalu detail untuk saya sampaikan di sini, tetapi semuanya tujuannya untuk memberikan stimulus kepada industri supaya bergerak lebih positif," katanya.
GIAMM gandeng Messe Frankfurt gelar pameran komponen otomotif skala internasional
Konferensi pers GIAMM dan Messe Frankfurt pameran komponen otomotif, Automechanika Jakarta 2026. Foto: Sena Pratama/kumparan
Salah satu upaya agar pelaku industri komponen lokal dapat dikenal dan memperluas koneksi dengan pasar internasional adalah menggandeng Messe Frankfurt untuk menyelenggarakan Automechanika Jakarta 2026.
Hajatan yang akan dihelat di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) berlokasi di PIK 2 dan akan diramaikan oleh beragam industri. Demikian dikatakan Anggota Dewan Manajemen Messe Frankfurt Group, Stephan Buurma.
"Kehadiran Messe Frankfurt di Asia Tenggara terus berkembang dalam upaya mendukung rute perdagangan baru. Kami menjalin kerja sama dengan GIAMM dan memanfaatkan lokal mereka untuk mengembangkan perdagangan internasional di kawasan," ujarnya.
Hamdhani sangat yakin, industri komponen dan manufaktur otomotif Indonesia memiliki daya tarik kuat. Lewat acara yang diselenggarakan pada 24-27 September 2026 dan diprediksi diikuti 350 peserta itu, diharapkan mampu mempromosikan industri komponen lokal.
"Automechanika Jakarta diharapkan dapat membuka peluang perdagangan internasional, pengembangan industri, mendukung pertumbuhan, dan kemajuan rantai pasok otomotif," bebernya.
Automechanika Jakarta 2026 dijanjikan bakal menghadirkan peserta pemasok atau pembuat suku cadang, komponen, perangkat elektronik, aksesoris, kustomisasi, ban, bodi dan cat, sepeda motor, dan manufaktur otomasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar