Bank Mandiri mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 24,5 triliun pada semester I 2025. Dengan begitu, total aset Bank Mandiri pada semester I 2025 mencapai Rp 2.514,68 triliun atau naik 11,4 persen secara year on year (yoy).
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini menuturkan capaian tersebut menunjukkan kinerja yang baik juga ditunjukkan oleh beberapa indikator lainnya.
"Kinerja positif Bank Mandiri pada triwulan kedua tahun 2025 dapat ditunjukkan oleh pertumbuhan yang baik di seluruh indikator utama," kata Novita dalam konferensi pers paparan kinerja Bank Mandiri kuartal II 2025 secara daring, Kamis (19/9).
Pendapatan bunga bersih tumbuh 6,73 persen yoy mencapai Rp 52,4 triliun. Sementara pendapatan non-bunga tumbuh 7,82 persen yoy menjadi Rp 20,9 triliun. Secara keseluruhan, total pendapatan tumbuh sebesar 5,43 persen yoy atau mencapai Rp 73,4 triliun.
Dari sisi penyaluran kredit baik wholesale maupun retail, Bank Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan yang kuat. Kredit wholesale tumbuh 12,3 persen yoy mencapai Rp 925 triliun dan kredit retail tumbuh 8,05 persen yoy menjadi Rp 402 triliun.
"Dengan demikian, total kredit Bank Mandiri secara konsolidasi tumbuh dengan solid sebesar 11 persen year on year atau menembus Rp 1.701 triliun," ujarnya.
Selain itu, kinerja yang baik menurut Novita juga tercermin dari rasio loan-to-deposit ratio yang berada di 90,2 persen. Novita menyebut hal ini memberikan ruang yang lebih optimal bagi ekspansi Bank Mandiri ke depannya.
Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Mochamad Rizaldi juga menuturkan bahwa Bank Mandiri pada kuartal II 2025 mampu menjaga pertumbuhan kredit pada level yang kuat dan sehat mencapai Rp 1.701 triliun atau tumbuh 11 persen yoy.
Selain itu, pertumbuhan kredit tersebut juga diiringi oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 1.828 triliun atau tumbuh 10,7 persen.
"Lebih lanjut, kualitas bisnis secara konsisten kami jaga melalui pelaksanaan praktik-praktik prudent banking dengan memegang teguh prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari rasio NPL Bank Only yang terjaga dengan baik di level 1,08 persen. Secara keseluruhan, Bank Mandiri mampu menjaga kinerja yang positif," ujar Rizaldi.
Untuk rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross, Bank Mandiri menjaganya di level 1,08 persen secara bank only. Sementara itu, rasio pencadangan atau NPL Coverage Ratio Bank Mandiri mencapai 273 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar