Saat naik pesawat, traveler tentu tahu kalau posisi kursi menjadi salah satu faktor penentu kenyamanan di pesawat. Jika traveleringin menikmati pemandangan, posisi kursi di dekat jendela bisa jadi pilihan. Buat yang gampang mual, posisi kursi di depan bisa jadi pilihan.
Tapi enggak hanya itu, seorang mantan pramugari mengungkapkan kursi yang sebaiknya dihindari saat naik pesawat.
Mantan pramugari maskapai British Arways, Jane Hawkes, mengungkapkan bahwa traveler sebaiknya menghindari kursi bagian belakang saat naik pesawat.
Menurutnya, area belakang pesawat cenderung lebih bising karena berdekatan dengan dapur (galley) dan toilet, sehingga kurang ideal bagi penumpang yang ingin tidur dengan nyenyak selama penerbangan.
"Kalau kamu sulit tidur di pesawat, apalagi saat penerbangan malam, sebaiknya hindari duduk di bagian belakang atau dekat dapur. Biasanya area tersebut lebih ramai dan berisik," ujar Jane.
Untuk meminimalkan jet lag, ia juga menyarankan penumpang agar menyesuaikan jam tangan dengan waktu di destinasi tujuan sebelum terbang, serta mulai menyesuaikan pola tidur dan makan beberapa hari sebelum keberangkatan.
Ilustrasi minum alkohol di dalam kabin pesawat Foto: Shutter stock
Jane juga mengimbau penumpang untuk menghindari konsumsi alkohol dan kafein sebelum dan selama penerbangan. Menurutnya, meskipun menggoda untuk menikmati segelas minuman sebelum lepas landas, alkohol bisa menyebabkan dehidrasi dan mengganggu kualitas tidur, sehingga memperparah jet lag.
"Kafein memang bisa membantumu tertidur lebih cepat, tapi kualitas tidurnya buruk. Itu justru akan membuatmu lebih lelah saat tiba," tambahnya.
Ia juga menyarankan untuk tidak langsung membuat rencana perjalanan yang padat sesampainya di tujuan.
"Mengatur aktivitas yang menantang saat baru tiba justru bisa membuat stres, apalagi jika jet lag mulai terasa," ujarnya. Sebaliknya, ia menyarankan untuk tidur siang singkat jika perlu, namun tidak lebih dari 30 menit agar tidak mengganggu pola tidur malam.
Kursi Belakang Lebih Aman?
Ilustrasi meja kursi pesawat Foto: Shutter stock
Meski bikin enggak nyaman, jika dilihat dari sisi keselamatan, duduk di bagian belakang pesawat justru dianggap lebih aman. Daniel Kwasi Adjekum, peneliti keselamatan penerbangan dari University of North Dakota, menyebutkan bagian depan pesawat biasanya menjadi titik benturan pertama dalam kecelakaan.
Menurut studi tahun 2015, kursi di tengah pesawat memiliki tingkat fatalitas (kematian) tertinggi (39%), disusul kursi di bagian depan (38%). Sementara itu, kursi di bagian belakang mencatat tingkat fatalitas terendah, yaitu 32%.
Dengan kata lain, meski bagian belakang pesawat bukan tempat terbaik untuk tidur nyenyak, kursi tersebut justru memberi peluang keselamatan yang lebih tinggi dalam situasi darurat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar