| Bansos untuk Penjudi Online: Komedi Tragis di Era Digital Jul 21st 2025, 10:41 by Waode Nurmuhaemin Saya terdiam, kabar itu seperti menampar kesadaran saya, bansos yang mestinya jadi penolong justru dipakai untuk judi online. Perlahan, pikiran saya mulai menelusuri lingkaran orang-orang yang saya kenal yang jadi penerima Bansos. Wajah mereka muncul satu per satu di benak, dan tanpa sadar muncul rasa curiga yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Apakah mungkin salah satu kerabat saya, atau mungkin teman lama yang sering mengeluh soal ekonomi, diam-diam ikut terjebak lingkaran setan ini? Saya mulai mengingat obrolan-obrolan dengan mereka, perubahan sikap, bahkan keluhan yang dulu terdengar wajar kini terasa penuh tanda tanya. Rasanya pahit, tapi tak bisa saya pungkiri, keraguan itu tumbuh. Bagaimana jika ternyata mereka, orang-orang yang saya kenal, ikut menjadi pecandu judi online, membakar uang bantuan yang seharusnya menyelamatkan hidup mereka? Pemerintah menggelontorkan triliunan rupiah untuk membantu masyarakat miskin. Tujuannya jelas: supaya perut tetap kenyang, anak-anak tidak putus sekolah, dan listrik di rumah tak padam. Namun di sudut lain dunia digital, ada kasino virtual yang menunggu. Begitu bansos cair, tak butuh waktu lama sebelum uang itu berpindah dari dompet elektronik penerima ke rekening bandar judi online. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar