Search This Blog

Rindu yang Tak Pernah Usai: Saat Ibu Telah Pergi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Rindu yang Tak Pernah Usai: Saat Ibu Telah Pergi
Jun 20th 2025, 13:06 by Kayla Dhiaul Haq

Sumber gambar: generated by AI via ChatGPT (OpenAI). Gambar ini menampilkan suasana yang sangat lembut dan menyentuh hati, dengan nuansa warna pastel dan cahaya matahari terbenam yang hangat. Di latar depan, tampak seorang anak kecil berdiri di atas tanah sambil menatap bunga berwarna merah muda yang tumbuh di hadapannya. .
Sumber gambar: generated by AI via ChatGPT (OpenAI). Gambar ini menampilkan suasana yang sangat lembut dan menyentuh hati, dengan nuansa warna pastel dan cahaya matahari terbenam yang hangat. Di latar depan, tampak seorang anak kecil berdiri di atas tanah sambil menatap bunga berwarna merah muda yang tumbuh di hadapannya. .

Kehilangan seorang ibu adalah duka yang tak memiliki batas waktu. Tak peduli seberapa kuat atau dewasa seseorang, kehilangan ibu tetap menyisakan kekosongan yang sulit dijelaskan. Ibu adalah sosok yang pertama kali kita kenal, tempat kita pulang dalam lelah, dan sumber kasih sayang yang tak pernah menuntut balasan. Ketika ia telah pergi, kita seperti kehilangan sebagian diri dan rindu menjadi teman yang menetap.

Ibu bukan sekadar orang tua biologis. Ia adalah guru pertama yang mengajarkan kita berjalan, bicara, hingga mencintai. Dalam setiap doanya, nama kita selalu disebut. Dalam setiap peluh dan air matanya, ada pengorbanan yang tak pernah diumbar. Maka tak heran, ketika ibu telah tiada, dunia terasa hening karena sumber cinta terbesar telah kembali kepada Sang Pencipta.

Rindu pada ibu tak mengenal waktu. Ia bisa datang tiba-tiba, saat kita mendengar lagu kesukaannya, mencium aroma masakannya, atau sekadar melihat sesuatu yang dulu sering ia gunakan. Rindu itu menyelinap tanpa aba-aba, lalu diam-diam membuat mata kita basah.

Namun, rindu itu bukan untuk diratapi. Ia adalah pengingat bahwa kita pernah dicintai begitu dalam. Cara terbaik merawat rindu pada ibu yang telah pergi adalah dengan mendoakannya, menjaga nama baiknya, dan meneruskan nilai-nilai kebaikan yang ia tanamkan.

Dalam Islam, doa anak yang sholeh menjadi cahaya bagi orang tua di alam kubur. Maka jangan biarkan rindu hanya menjadi air mata, tapi ubahlah ia menjadi amal. Bacakan Al-Fatihah untuknya, sedekah atas namanya, dan jadikan hidup kita sebagai bukti bahwa ia pernah mendidik dengan tulus.

Rindu pada ibu adalah rindu yang tak memiliki tanggal kedaluwarsa. Ia akan terus ada, namun bisa menjadi kekuatan bagi kita untuk terus melangkah dengan doa dan kebaikan. Meski ibu telah tiada, cintanya tetap hidup bersama setiap langkah kita.

Bagi yang masih memiliki ibu, jangan tunda mencintainya sepenuh hati. Peluklah, ucapkan terima kasih, dan bahagiakan selagi bisa. Dan bagi yang sudah kehilangan, yakinlah bahwa ibu kini berada di tempat terbaik dan rindu kita akan sampai lewat doa. Karena sejauh apa pun jaraknya, cinta seorang anak dan ibu tak akan pernah benar-benar terputus.

Media files:
01jy3311g62t4f1fwbxj5gqd80.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar